Pasokan Berkurang, Harga Cabai dan Telur Ayam di Solo Melambung

UANG » BANYUWANGI | 24 Juni 2019 17:07 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Minimnya pasokan membuat harga komoditas cabai dan telur ayam ras di pasar tradisional Kota Solo melambung sejak sepekan terakhir. Sejumlah pedagang di Pasar Legi Solo menduga saat ini para petani cabai belum memasuki masa panen, sehingga memicu kenaikan harga.

"Kalau untuk cabai, kenaikan harga karena pasokan barang yang sedikit. Ini belum masuk masa panen raya," ujar Suyatmi (55), salah satu pedagang cabai di pasar darurat Pasar Legi Solo, Senin (24/6).

Untuk harga cabai merah besar dari sebelumnya Rp35.000 per kilogram naik menjadi Rp45.000 per kilogram. Harga cabai rawit merah sebelumnya Rp12.000 per kilogram, naik menjadi Rp22.000 per kilogram. Sedangkan cabai kriting merah, sebelumnya Rp40.000 per kilogram menjadi Rp48.000 per kilogram.

"Kenaikan harga sudah terjadi sejak sepekan ini. Banyak pelanggan kami yang mengeluarkan," katanya.

Menurut Suyatmi pasokan komoditas cabai yang di pasar induk terbesar di Solo Raya itu, sebagian besar berasal dari wilayah Jawa Timur, seperti Blitar, Banyuwangi dan Madura.

Kenaikan harga juga terjadi untuk komoditas telur ayam ras. Maryani (50), pedagang lainnya di Pasar Legi menyampaikan, harga telur ayam ras mengalami kenaikan sekitar Rp1.500 per kilogram.

"Minggu lalu harganya Rp21 ribu per kilogram. Sekarang naik menjadi Rp22.500 per kilogram, "jelasnya.

Baca juga:
Budi Waseso: Kartel Masih Kuasai Masalah Pangan Indonesia
Pembuat Kerupuk Keluhkan Mahalnya Tepung Tapioka
Kendalikan Inflasi, TPID Jawa Tengah Inisiasi Program Rice Market Center
Kementan Klaim Usai Lebaran 2019 Harga Daging Ayam Ras Stabil
MUI Sebut Stabilitas Harga Pangan Redam Situasi Politik Usai Pemilu
Sempat Tembus Rp100.000 per Kg, Harga Cabai di Medan Mulai Turun Usai Lebaran

(mdk/azz)