Pastikan Ikan Bebas dari Virus Corona, Pemerintah Sterilisasi Pelabuhan

Pastikan Ikan Bebas dari Virus Corona, Pemerintah Sterilisasi Pelabuhan
UANG | 31 Maret 2020 10:02 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan aktivitas di pelabuhan perikanan tetap berlangsung di tengah wabah virus corona. Namun sebagai antisipasi penyebaran virus, aktivitas yang berlangsung di pelabuhan berjalan sesuai dengan protokol pencegahan.

Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) KKP, membuat program Siaga Nelayan di 31 pelabuhan pusat, perintis dan UPT daerah di 34 provinsi. Lokasi difokuskan pada pelabuhan perikanan sebagai tempat pelayanan dan aktivitas perikanan tangkap.

Dalam program ini secara rutin dilakukan penyemprotan desinfektan pada fasilitas pelabuhan.

"Tidak hanya pada fasilitas di lingkungan pelabuhan perikanan namun juga pada kendaraan yang keluar masuk area pelabuhan perikanan," kata Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, M. Zulficar Mochtar, lewat keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, (31/3).

Zulficar mengatakan pihaknya akan terus berupaya agar operasional pelabuhan perikanan tetap berjalan supaya pasokan ikan tetap ada. Semua aktivitas dan fasilitas yang digunakan dipantau.

"Semua kita pantau baik armada perikanan, alat tangkap, kesehatan nakhoda dan awak kapalnya serta produk perikanan yang didaratkan harus terjaga kehigienisannya," tuturnya.

Dalam kegiatan bakti sosial ini juga terdapat pembuatan fasilitas cuci tangan. Lengkap dengan sabun antiseptik sederhana untuk nelayan dan awak kapal perikanan.

Lokasinya berada pada area tempat pemasaran ikan (TPI), tempat pembongkaran ikan, dermaga dan kantor pelayanan pelabuhan perikanan. Selain itu dilakukan juga pemeriksaan kesehatan nelayan dan awak kapal perikanan.

Juga dilakukan penyemprotan desinfektan, sterilisasi kapal perikanan, unit pengolahan ikan, TPI, pabrik, pembagian hand sanitizer, masker, distribusi vitamin dan penyediaan disinfektan chambers di pelabuhan UPT pusat.

1 dari 1 halaman

Terapkan Physical Distancing di Pelabuhan Perikanan

distancing di pelabuhan perikanan

KKP juga melakukan bakti usaha nelayan. Program ini dilakukan melalui pojok pendanaan usaha nelayan dan akselerasi pengurusan surat dan administrasi usaha perikanan tangkap di pelabuhan perikanan. Misalnya pengurusan surat persetujuan berlayar, surat rekomendasi BBM, pengisian air bersih dan lainnya.

Meski begitu, Zulficar menegaskan pelayanan di pelabuhan perikanan menerapkan mekanisme jaga jarak (physical distancing). Sehingga tidak menimbulkan kerumunan nelayan atau pelaku usaha.

"Kita antisipasi hal ini untuk mencegah penularan virus corona di kawasan pelabuhan perikanan," kata Zulficar.

Para nelayan dan pelaku usaha juga terus diberikan sosialisasi sebagai langkah pencegahan Covid-19. Tidak hanya dari petugas pelabuhan perikanan, namun juga melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, organisasi masyarakat serta para mitra dan relawan.

(mdk/bim)

Baca juga:
Satu Pegawai Chevron di Pekanbaru Positif Covid-19
Seorang PDP Covid-19 Meninggal Saat Dirawat di RSUP Wahidin Makassar
Pemerintah Suntik BNPB Rp 3,14 Triliun untuk Penanganan Virus Corona
2 Pasien Positif Corona di Solo dan Sukoharjo Sembuh
Tangkal Virus Corona, Ini Cara Membuat Minuman Herbal buat Tingkatkan Imun Tubuh
Darurat Sipil, Pemerintah Kendalikan Publik Tapi Tak Mau Menanggung Hidup
Terdampak Corona, Pengolah Daging Kepiting Ekspor di Karawang Gulung Tikar

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami