Patra Jasa Incar Laba Rp202 Miliar di 2019

UANG | 18 Juli 2019 19:29 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Anak usaha PT Pertamina (Persero), Patra Jasa akan memperluas cakupan bisnis sebagai pengembang kawasan dan office building pasca melihat keberhasilan transformasi di sektor properti. Dengan adanya pengembangan bisnis tersebut, perusahaan mematok target pendapatan atau revenue hingga Rp2,43 triliun hingga akhir 2019.

Direktur Utama Patra Jasa, Hari T Wibowo mengatakan, ada beberapa proyek yang saat ini menjadi target pembangunan dalam pengembangan kawasan. Antara lain, Baciro Jogja, E-Polis Rasuna Jakarta, Kawasan Patra Cirebon, dan Kawasan Patra Simprug.

"Sedangkan pengembangan office building akan dilakukan pada proyek Graha Pertamina dan beberapa lokasi yang termasuk dalam pengembangan kawasan," ucap Hari saat sesi press conference di kantornya, Jakarta, Kamis (18/7).

Dia menyebutkan, khusus E-Polis Rasuna yang dibangun di atas lahan seluas 59.104 m2 digadang akan menjadi proyek prestisius dengan pengembangan hotel bintang 4 yang memiliki 250 kamar, fasilitas ritel, apartemen 3 tower yang masing-masing berjumlah 540 unit, serta 3 tower perkantoran.

Dengan berbagai pengembangan yang dilakukan tahun ini, sampai akhir 2019 nanti perusahaan telah menargetkan perolehan pendapatan sebesar Rp2,43 triliun. Patra Jasa juga membidik laba bersih mencapai Rp202 miliar dengan total asset Rp5,34 triliun.

Sementara terkait kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR), Patra Jasa fokus pada pengembangan kearifan lokal masyarakat setempat. Pada 2018, Patra Jasa ditunjuk selaku Pengelola Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Borobudur yang merupakan inisiatif Community Based Tourism untuk Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

"Bersama 19 BUMN sponsor, Patra Jasa berupaya agar masyarakat di Kecamatan Borobudur dapat memperoleh manfaat ekonomis jangka panjang dari Candi Borobudur dengan tetap mempertahankan kearifan lokal," ucap Hari.

Saat ini, Hari menyebutkan, telah terbangun 20 Balkondes yang total memiliki 224 kamar homestay dengan pendapatan sekitar Rp5 miliar per tahun.

"Keuntungan yang diperoleh dari keberadaan Balkondes dengan konsep 1 Desa 1 BUMN ini berimbas pada kepentingan masyarakat sekitar, sehingga diharapkan perekonomian daerah semakin bergerak positif," tukas dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Lakukan Transformasi Bisnis, Laba Patra Jasa Naik Jadi Rp133,2 Miliar di 2018
Permata Graha Land Tawarkan Vila Ratnamaya, Harga Rp 1,7 Miliar
Sistem Garansi Perumahan Korea Bakal Diterapkan di Indonesia
Jokowi Segera Resmikan Rusunawa Pasar Rumput
Kawasan Industri Berbentuk Township yang Terintegrasi dan Prospektif di Indonesia

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT