Pecah Rekor, Indeks Manufaktur Indonesia Tembus 54,6

Pecah Rekor, Indeks Manufaktur Indonesia Tembus 54,6
Menko Airlangga Hartarto. ©Lutfi/Humas Ekon
EKONOMI | 3 Mei 2021 19:17 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan April 2021 menyentuh rekor tertingginya sepanjang masa. PMI Manufaktur Indonesia pada bulan April tercatat sebesar 54,6 atau naik dari posisi 53,2 pada bulan Maret 2021.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, kenaikan ini menunjukkan ada perbaikan permintaan tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga ekspor. Peningkatan permintaan ekspor ini, baru pertama kali terjadi sejak 17 bulan terakhir.

"Setelah sempat terkontraksi tajam pada Triwulan II tahun lalu, tren positif pemulihan ekonomi nasional sudah mulai terlihat sejak Triwulan III/2020. Tahun ini, tren positif pemulihan terus berlanjut," ujarnya dalam siaran persnya, Senin (3/5).

Seperti diketahui, angka 50 pada PMI menunjukkan dunia usaha sedang dalam fase ekspansi, didorong oleh keyakinan dunia usaha atas perbaikan kondisi ekonomi. Pemerintah meyakini dengan kondisi yang sudah mulai kondusif, maka ada kepercayaan dari dunia usaha untuk memulai aktivitas manufakturnya kembali.

"Geliat dari dunia usaha ini, diharapkan dapat memberikan multiplier effect pada perekonomian Indonesia," ujar Airlangga.

Dia menambahkan, pemulihan ekonomi Indonesia terdorong dari perbaikan sisi demand dan supply. Setelah sempat terkontraksi -2,07 persen di tahun 2020, sinyal positif pemulihan ekonomi telah terlihat sejak Triwulan III-2020.

Pertumbuhan ekonomi dari sisi demand, didorong oleh peningkatan konsumsi, tumbuhnya investasi, realisasi ekspor serta didukung oleh konsumsi pemerintah melalui belanja Kementerian/Lembaga dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang tumbuh positif.

Sementara dari sisi supply, sektor utama yang mulai pulih antara lain industri pengolahan, perdagangan dan pertambangan. Sementara, sektor yang tetap tumbuh positif pada masa pandemi antara lain sektor pertanian, informasi dan komunikasi serta jasa kesehatan. (mdk/azz)

Baca juga:
Kesulitan dan Kendala Industri Dalam Negeri Gunakan Produk Asli Indonesia
Industri Manufaktur Dinilai Terus Menurun Sejak 5 Tahun Terakhir
PMI Manufaktur Terus Menguat, Ekonomi 2021 Diprediksi Bisa Tumbuh Hingga 5,3 Persen
Senjakala Perajin Sarung Tenun yang Tergerus Zaman
Kuartal I-2021, Industri Pengolahan Nonmigas Surplus Capai USD3,69 M
Pasar Otomotif Naik 172 Persen, Gaikindo: Kami Fokus Percepat Sisi Produksi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami