Pedagang Keluhkan Kehadiran Daging Kerbau Asal India

UANG | 25 Mei 2019 14:21 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Pengusaha Daging dan Industri Makanan, Yustinus Sadmoko mengatakan saat ini penjual daging, khususnya daging sapi mendapatkan tantangan dengan kehadiran daging kerbau impor. Daging kerbau asal India tersebut, telah mengambil alih pangsa pasar daging sapi.

"Ada kompetisi baru dari daging kerbau India. Dari 2017 diperkenalkan secara gencar dan volumenya besar cukup ambil alih pangsa pasar kita," ujar Yustinus di Jakarta, Sabtu (25/5).

Dia mengatakan banyak daging kerbau impor yang masuk ke pasar tradisional. "Daging kerbau banyak yang bocor ke pasar tradisional, kan kerbau masuk ke distributor level satu. Begitu masuk ritel ke pasar kita tidak bisa pantau," jelasnya.

"Daging kerbau India mirip daging sapi. Kalau beli di pasar tradisional ada 50 persen kemungkinan kalau Jabodetabek itu daging kerbau. Kalau ambil yang sudah ditata ada kemungkinan daging kerbau," sambungnya.

Jika menilik kandungan gizi, maka tidak ada perbedaan antara daging sapi dan kerbau. Namun, dari segi bisnis masuknya daging kerbau asal India mengurangi pangsa pasar penjual daging sapi dalam negeri. "Itu tidak buruk bagi kesehatan, sama baiknya. Buruk buat pengusaha saja," tandasnya.

Baca juga:

Argentina Tawarkan RI Impor Daging Sapi Rp42.954 per Kg

Pemilu India, Ketika Sapi Bisa Jadi Batu Sandungan Modi

Kenali 4 Jenis Potongan Daging Steak, Beda Karakter Beda Rasa

Menko Darmin: Sapi Australia Bebas Bea Masuk ke RI Dalam Jumlah Tertentu

Bantah Prabowo, Kementan Sebut Harga Daging Indonesia Lebih Murah Dibanding Australia

Harga Daging Sapi Terpantau Normal di Rp 110.000 per Kg

Ini Cara Cegah Munculnya Keringat Ketika Makan Daging

(mdk/idr)