Advertorial

Pelajari 5 Hal Ini Sebelum Mulai Berinvestasi di Reksa Dana

UANG | 13 Agustus 2019 00:01 Reporter : Wuri

Merdeka.com - Jangan ngaku milenial kalau belum sadar akan pentingnya investasi. Zaman sekarang menabung saja nggak cukup. Kamu juga perlu pendapatan lain di luar gaji bulanan untuk mempersiapkan masa depan yang lebih cerah. Salah satu cara berinvestasi yang kekinian adalah reksa dana. Sebuah instrumen investasi yang cukup komplit karena punya banyak aset. Mulai dari obligasi, saham, surat utang, hingga deposito.

Di reksa dana, uangmu akan dikelola oleh manajer investasi agar bisa berkembang. Walaupun terdengar mudah, namun diperlukan kecermatan untuk mendapatkan manfaat semaksimal mungkin. Untuk itu, pelajari lima hal ini sebelum mulai investasi reksa dana.

Investasi Sesuai Kebutuhan

Jangan berinvestasi secara serampangan. Sebelum menanam modal, sebaiknya ketahui kebutuhannya, apakah untuk hiburan, dana pensiun, atau sesuatu yang mendesak, seperti biaya pendidikan dan berbagai kepentingan di masa mendatang. Tujuan mengetahui kebutuhan ini adalah supaya tahu berapa lama waktu yang diperlukan dalam berinvestasi reksa dana.

Waspada dengan Risiko

Jadilah investor yang bijak dengan mengenali risiko yang dihadapi. Ada investasi yang memberikan imbalan cepat dan besar tapi juga memiliki risiko tinggi untuk kehilangan modal (high risk, high return). Ada juga investasi yang nyaris bebas risiko, namun memberikan keuntungan yang lebih lambat. Yang mana pilihanmu?

Pilih Reksa Dana yang Tepat Buatmu

Setelah mengetahui tujuan investasi dan risikonya, saatnya untuk pilih reksa dana yang pas buatmu. Saat ini tersedia empat reksa dana bagi masyarakat, yaitu reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, serta saham, di mana masing-masing punya nilai tambah dan kekurangan.

Reksa dana pasar uang diperutukkan bagi kamu yang ingin berinvestasi jangka pendek, misal setahun. Untuk investasi yang lebih lama, sekitar tiga tahun direkomendasikan reksa dana pendapatan tetap. Kalau jangka waktu investasinya lebih panjang lagi, antara tiga hingga lima tahun, pilih reksa dana campuran. Sementara untuk menanam modal jangka panjang, saham adalah pilihan terbaik.

Jadilah Investor yang Aktif

Sebelum menjatuhkan pilihan, pelajari dulu kinerja reksa dana. Lakukan evaluasi untuk pergerakan Nilai Aktiva Bersih (NAB), return, serta risikonya lewat data historikal. Kalau kinerja reksa dana terlihat bagus dalam lima tahun terakhir, dengan risiko kerugian kecil di saat krisis, pertimbangkan untuk memilih reksa dana ini karena bisa diandalkan untuk mengolah danamu.

Ada banyak cara untuk melakukan kontrol terhadap kinerja reksa dana. Pastikan juga sudah memelajari portofolio reksa dana, mengenal manajer investasi, hingga membaca fund fact sheet bulanan untuk mengetahui informasi dana kelolaan, pembanding kinerja reksa dana, dan banyak informasi lainnya yang dibutuhkan oleh seorang investor.

Rutin Berinvestasi

Investasi sebaiknya jangan hanya dilakukan sekali. Jadilah investor yang disiplin dengan menyisihkan setiap pendapatan untuk diolah dalam reksa dana. Anggaplah ini adalah uang tabungan yang nantinya bakal berguna di masa mendatang.

Sudah siap terjun ke reksa dana? Untuk kemudahan berinvestasi, #MulaiAjaDulu bersama Tokopedia. Kamu bisa melakukan investasi mulai Rp. 10 ribu dengan keuntungan sampai 6,5% per tahun.

Kemudahan lainnya adalah bisa melakukan transaksi tanpa batas, 24 jam, serta pencairan yang mudah, tanpa biaya admin. Selain itu, reksa dana di Tokopedia juga diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan sehingga terjamin keamanan dan ‘kualitasnya.’ (xap) (mdk/wri)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.