Pelaku Industri Digital Marketing Raup Untung di Tengah Pandemi

Pelaku Industri Digital Marketing Raup Untung di Tengah Pandemi
UANG | 13 Juli 2020 16:15 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kehadiran wabah pandemi virus corona (Covid-19) banyak berdampak pada kegiatan ekonomi yang melemah drastis. Namun sebaliknya, para pelaku industri digital marketing justru bersyukur dengan adanya wabah tersebut.

Pakar Digital Marketing sekaligus CEO Panenmaya, Pikukuh Tutuko, membenarkan bahwa pandemi Covid-19 telah membawa berkah sendiri pada kegiatan pemasaran di ranah online.

"Jadi mungkin secara bisnis kita termasuk yang bersyukur sekali, karena justru kita salah satu yang berdampak berkah adanya pandemi ini," ujar dia dalam sesi webinar, Senin (13/7).

Pria yang akrab disapa Kukuh ini menjelaskan, pencapaian bisnis hingga tutup semester I tahun ini telah berhasil menyamai perolehan di sepanjang 2019. Namun, dia belum mau mencantumkan hingga berapa besar kenaikannya.

"Sebagai contoh saja, apa yang kita capai tahun lalu secara bisnis pencapaian di 2019 sudah tercapai di pembukuan bulan Juni (2020). Saya sendiri jujur aja selama 12 tahun berbisnis baru sekarang merasakan omzet yang terjadi tahun lalu sudah terpenuhi di tengah tahun ini, satu semester ini," tuturnya.

Kukuh menceritakan, banyak pelaku ekonomi yang selama masa pandemi ini beralih memasarkan barang dagangannya dari offline ke online.

"Sebagai contoh, client bingung berpromosi di offline, akhirnya pindah ke online. Berarti kita termasuk yang sangat bersyukur bisa bertahan, bahkan ada yang unik. Kita bisa dibilang malah lebih baik dari tahun lalu," ungkap dia.

1 dari 1 halaman

Ajak UMKM Pasarkan Produk Secara Online

pasarkan produk secara online rev1

Pelaku digital marketing pun disebutnya coba mengajak para pegiat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang tersungkur akibat virus corona untuk memasarkan produknya secara online.

Menurut dia, pelaku digital marketing juga telah merangkul UMKM untuk menerapkan prinsip Accept, Adapt, Digital Colaboration (AADC) dalam mempromosikan diri secara daring.

"Kita menerima, adaptasi, lalu kita go digital. Abis go digital jangan lupa creative Colaboration, sudah saatnya kita kolaborasi dengan teman-teman lain sehingga bisa lolos dari tantangan ini," pungkas dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Ekonomi Digital Jawab Tantangan Bisnis Kuliner di Tengah Pandemi
Rainbow-ALE Punya Fitur Baru demi Mudahkan Interaksi dan Kolaborasi Pengguna
Pandemi Covid-19 Momentum Percepatan Transformasi Digital
GoRide Beroperasi Kembali di Bekasi, Terapkan Inisiatif Kesehatan J3K
Menko Airlangga Imbau Pelaku UMKM Segera Manfaatkan Digitalisasi Jalankan Usaha
BeliMobilGue.co.id Ganti Merek Jadi OLX Autos Indonesia, Diakuisisi OLX?

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami