Peleburan Kemenristek ke Kemendikbud Disebut Bisa Urai Birokrasi Riset yang Berbelit

Peleburan Kemenristek ke Kemendikbud Disebut Bisa Urai Birokrasi Riset yang Berbelit
Ilustrasi penelitian. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/emin kuliyev
UANG | 17 April 2021 14:00 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Anggota Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Pareira menilai, penggabungan Kementerian Riset Teknologi dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan memudahkan proses birokrasi riset pendidikan. Menurutnya, selama ini terjadi birokrasi yang berbelit-belit saat lembaga pendidikan tinggi melakukan penelitian di Kemristek.

"Beberapa masukan sering kami dengar dari lembaga pendidikan tinggi mereka mengalami proses birokrasi yang berbelit belit menjadi panjang ketika penelitian ini semuanya full di Kemristek dan BRIN," katanya dalam diskusi Menakar Riset Tanpa Kementerian Ristek, Sabtu (17/4).

Politisi PDIP ini berharap, penggabungan Kemenristek dengan Kemendikbud bisa membuat penelitian pendidikan lebih mudah. Kemudian, lebih efektif dan efisien.

"Sehingga dengan adanya menempatkan adanya jalur penelitian pendidikan dan penelitian yang sifatnya lebih aplikatif. Harusnya ini justru memudahkan mengefesiankan, mengefektifkan," kata dia.

Menurutnya, pemerintah ingin memudahkan jalur penelitian untuk lembaga pendidikan tinggi. Dia bilang, fungsi riset dan teknologi tidak hilang meski sudah dilebur ke Kemdikbud.

"Ini yang saya lihat di dalam desain yang dibuat pemerintah ya seperti itu, ristek tidak hilang tapi Kemristek yang di lebur ke dalam Kemdikbud, sementara Badan riset inovasi nasional itu suatu lembaga negara yang setingkat dengan Kementerian seperti BKPM, BNPB," tandasnya.

Baca Selanjutnya: Kemendikbud Sambut Baik Kemenristek Dileburkan:...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami