Peluncuran iPhone 12 Molor Imbas Pandemi, Apple Rugi Rp 1,4 Triliun

Peluncuran iPhone 12 Molor Imbas Pandemi, Apple Rugi Rp 1,4 Triliun
iPhone 12. ©2020 Merdeka.com
EKONOMI | 1 November 2020 07:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Diundurnya peluncuran ponsel iPhone terbaru membuat Apple harus kehilangan USD 100 miliar atau setara Rp 1,4 triliun. Hal ini akibat harga saham Apple jatuh lebih dari 5 persen.

Dilansir dari Reuters, Apple selalu merilis seri iPhone terbaru pada September. Jadwal ini berjalan rutin hingga tahun lalu. Namun, akibat pandemi yang melanda tahun ini, perilisan seri iPhone terbaru terpaksa mundur hingga satu bulan. Sebab, Apple mengalami hambatan dalam proses produksi.

Bahkan ketika penjualan Mac dan AirPods yang meningkat pesat, penjualan iPhone turun 20,7 persen menjadi USD 26,4 miliar atau Rp 390,6 triliun. Penurunan saham karena investor mengantisipasi penjualan yang lebih rendah. Utamanya di China, di mana lebih banyak konsumen memiliki akses ke 5G daripada di Amerika Serikat atau Eropa.

Apple mengatakan, pendapatan dan laba untuk kuartal ketiga fiskal yang berakhir pada 26 September adalah USD 64,7 miliar dan 73 sen per saham. Naik dibandingkan dengan perkiraan analis sebesar USD 63,7 miliar dan 70 sen per saham, menurut data IBES dari Refinitiv.

2 dari 2 halaman

Apple Target Miliki 600 Juta Pelanggan di 2020

miliki

Kepala Eksekutif Apple, Tim Cook, optimistis tentang penjualan iPhone 12 berdasarkan data pengiriman lima hari pertama. "5G adalah jenis peluang sekali dalam satu dekade. Dan kami sangat bersemangat untuk memasuki pasar tepat ketika kami melakukannya. Setidaknya di AS, operatornya menjadi sangat agresif," kata Cook.

Sebelumnya, Apple telah mengimbangi penjualan iPhone yang tidak stabil dalam beberapa tahun terakhir dengan pertumbuhan yang stabil di segmen layanannya, yang mencakup musik streaming dan televisi. Pendapatan jasa naik 16,3 persen menjadi USD 14,5 miliar, dibandingkan dengan perkiraan analis sebesar USD 14 miliar. Cook mengatakan kepada Reuters bahwa Apple One, paket layanan berbayar Apple, akan diluncurkan pada Jumat (30/10).

Cook mengatakan bahwa Apple memiliki 585 juta pelanggan yang membayar di seluruh platformnya, naik dari 550 juta pada kuartal sebelumnya dan mendekati target 600 juta pelanggan yang ditetapkan perusahaan untuk akhir kalender 2020.

Reporter Magang: Brigitta Belia

(mdk/bim)

Baca juga:
iOS 14 Boros Baterai? Ini Cara Mengatasinya Menurut Apple
Apple Gugat Perusahaan Daur Ulang Karena Jual iPhone Bekas
Apple Bakal Gunakan Baterai Hidrogen Untuk iPhone dan MacBook?
Airbnb Gandeng Jony Ive Untuk Kolaborasi Jangka Panjang
Akhirnya Diungkap Apple, Ini Kapasitas Baterai iPhone 12 Series
Fitur 'Terbaik' iOS 14 ini Dilaporkan Masih Belum Bisa Dipakai Pengguna
iPhone 12 mini Punya Permintaan Tinggi, Apakah Android Bakal Mengikuti?

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami