Pemain Kripto Mesti Waspadai Pemulihan Ekonomi, ini Alasannya

Pemain Kripto Mesti Waspadai Pemulihan Ekonomi, ini Alasannya
Mata uang kripto selain Bitcoin. ©2018 Merdeka.com
EKONOMI | 24 Juni 2021 17:12 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Institute for Development of Economics dan Finance (INDEF) mengingatkan investor aset kripto mewaspadai ekonomi global kembali membaik usai dihantam pandemi Virus Corona. Menjamurnya aset kripto, salah satunya disebabkan oleh ekonomi global yang sedang lesu sehingga peminat investasi obligasi dan saham berkurang.

"Kalau perekonomian global membaik, akan menjadi ujian bagi pasar kripto, karena orang bisa saja kembali ke investasi obligasi, saham, dan lainnya. Kalau aset kripto tidak bonafide mungkin akan ditinggalkan," ujar Wakil Direktur Indef, Eko Listiyanto, saat diskusi daring, Jakarta, Kamis (24/6).

Berdasarkan laporan tahunan anggota fintech Indonesia, aset kripto memang mengalami pertumbuhan pesat sejak 2013 hingga 2021. Pada Februari 2021, tercatat 4.501 unit aset kripto di dunia, naik 1684 unit dibandingkan 2019 yang berjumlah 2.817 unit.

"Bappebti mencatat hingga Maret 2021 total transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp126 triliun," ujar Eko.

Baca Selanjutnya: Investor Cocok untuk Aset Kripto...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami