Pembangunan Kereta Cepat Capai 36 Persen, Pembebasan Lahan 99,06 Persen per Hari ini

UANG | 12 November 2019 13:23 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait proyek high speed train (HST) atau kereta cepat Jakarta-Bandung. Turut hadir dalam Rakor, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Menurut Ridwan Kamil, pembangunan HST terus dilakukan. Sejauh ini progres pembebasan lahan sudah mencapai 99,06 persen.

"Ya berita baik. Posisi pembebasan lahan sudah 99,06 persen kemudian konstruksi 30-an persen," kata dia, saat ditemui, di Jakarta, Selasa (12/11).

Emil, sapaan akrabnya, mengatakan, rakor hari ini membahas soal pembebasan lahan yang tersisa. Dia pun mengatakan, HST dapat beroperasi sesuai dengan target, yakni 2021.

"Tadi dirapatkan masalah 1 persen pembebasan lahan itu. Sebagian ada administrasi di pengadilan registrasi dan negosiasi dan lain-lain. Tapi insya Allah tidak ada masalah," ujar dia.

"Problem pembangunan di Indonesia rata-rata yang bikin lama memang urusan negosiasi pembebasan lahan terkait infrastruktur. Di dalamnya itu kan ada ribu-ribu tuh. Di Bekasi Karawang, Purwakarta," ungkapnya.

Direktur Utama (Dirut) PT KCIC, Chandra Dwiputra, mengatakan pihaknya akan berupaya melakukan percepatan konstruksi. Saat ini progres konstruksi sudah mencapai 36 persen.

"Lahan kan tinggal sedikit cuma banyak masalah administrasi, pengadilan, di BPN. maka kita minta support supaya bisa kita cepatkan gitu," ujarnya.

Saat ini, pihaknya memang berfokus pada penyelesaian hambatan yang berkaitan dengan pihak luar, seperti pembebasan lahan. Sementara dari sisi internal seperti kesiapan tenaga kerja atau jumlah alat pun akan dilakukan.

"Intinya adalah hambatan administrasi (kereta cepat) kita selesaikan dulu, nanti tinggal jumlah alat orang bisa ditambahkan. Pokoknya yang tergantung pihak luar kita selesaikan dulu lah," tandasnya.

1 dari 2 halaman

Menhub Klaim Operator Kereta Cepat Jakarta-Bandung Cetak Sejarah di Asia Tenggara

Kementerian Perhubungan hari ini meresmikan kerjasama dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Kerjasama kali ini adalah tentang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan penelitian di bidang perkeretaapian.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menjelaskan kerjasama ini dalam rangka menyiapkan SDM unggul di bidang perkeretapian Indonesia khususnya kereta cepat Jakarta-Bandung. Dengan adanya program tersebut, nantinya para masinis yang mengoperasikan kereta cepat akan memiliki sertifikasi khusus yang dikeluarkan oleh Kemenhub setelah menimba ilmu di Eropa dan China.

"Apa yang dilakukan KCIC ini adalah pertama kali di Asia Tenggara ya," kata Menhub Budi, di Gedung Kemenhub, Kamis (10/10).

"Saya menyarankan bahwa tenaga itu kita berikan khusus tidak harus China, bisa Prancis, Jepang, sehingga ada ilmu yang bertambah. Saya yakin orang-orang kita mampu beradaptasi dengan ilmu yang diketahui, saya harapkan apa yang dilakukan KCIC juga demikian," dia menambahkan.

Selain mengeluarkan sertifikasi, Kemenhub juga akan berperan sebagai pengawas dalam pelaksanaan program tersebut. Oleh karena itu, para pengawas tersebut juga akan ikut menimba ilmu.

"Jadi nanti saya akan tugaskan tim dari Ditjen Perkeretaapian untuk belajar baik di China maupun negara-negara Eropa. Itu harus ekstra dilakukan, pak dirjen (Zulfikri) harus memberikan kesempatan (belajar) kepada orang-orang terbaik kita melakukan perbaikan dan melakukan sertifikasi," ujarnya.

Menhub Budi mengatakan bahwa kegiatan itu diperlukan untuk meningkatkan kinerja layanan dan juga keselamatan ketika kereta cepat Jakarta-Bandung akan dioperasikan pada 2021 mendatang.

"Saya telah menugaskan Sekretaris Jenderal untuk menugaskan staf profesional untuk mengawasi kegiatan KCIC ini dan bersama-sama mempelajari dan meneliti apa yang sedang dilakukan. Tentunya kita akan belajar banyak tentang kegiatan baru ini dan pembelajaran itu penting, karena kami ingin agar tingkat layanannya dan tingkat keamanan yang disediakan oleh kereta cepat ini harus sangat baik," jelas Menteri Budi.

"Saya menugaskan kepada Pak Sekjen untuk menugaskan tenaga-tenaga profesional untuk mengawal kegiatan KCIC ini dan bersama-sama belajar dan meneliti apa yang dilakukan. Pasti kita akan belajar banyak tentang satu kegiatan yang baru ini dan pembelajaran itu penting. Karena kita ingin bahwa level of service dan level of safety yang diberikan oleh kereta cepat ini harus excellent," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kereta Cepat Cina Indonesia (KCIC) Chandra Dwiputra mengatakan, dia akan mengirim calon masinis kereta cepat ke China agar dapat memperoleh lisensi untuk mengoperasikan kereta cepat. Chandra mengungkapkan, pelatihan masinis memakan waktu satu tahun.

"Nanti kita akan bekerja sama dengan (perusahaan seperti) KAI di China. Sekarang kita bekerja sama untuk manajemen pertama, manajemen manajemen. Setelah itu, rinciannya baru saja disebutkan sebelumnya. Pelatihan pelatih bisa setahun, di sana (China), kerjasamanya," jelas Chandra.

Dengan mendapatkan pengetahuan dan izin untuk mengoperasikan kereta cepat, Chandra berharap bahwa teknisi mesin KCIC akan sepenuhnya diisi oleh orang Indonesia. "Harapan kami adalah ya, kuncinya adalah memiliki izin," tutupnya.

2 dari 2 halaman

Ekspektasi Masyarakat Disebut Tinggi Pada Kereta Cepat

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengingatkan agar pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tidak menimbulkan konflik sosial yang menyakiti masyarakat.

"Permasalahan sosial agar dilakukan intensif supaya jangan sampai ada luka masyarakat. Saya yakin dengan banyak tim yang terjun dan dilakukan dengan hati-hati, kita ingin dilakukan dengan cepat," kata dia.

Selain itu, dia juga menginginkan proyek ini berjalan lancar. Sebab, menurutnya, harapan atau ekspektasi masyarakat akan kehadiran kereta cepat ini sangat tinggi. "Ekspektasi masyarakat tentang ini tinggi sekali," ujarnya.

Dengan adanya kerjasama ini juga dia berharap Sumber Daya Manusia (SDM) dalam negeri dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya di bidang perkeretaapian. Sebab, dengan adanya kerjasama tersebut terjadi transfer knowledge atau berbagi ilmu pengetahuan selama proyek berlangsung.

(mdk/bim)

Baca juga:
KCIC Benarkan Kebakaran Pipa Pertamina Akibat Proyek Kereta Cepat
Fakta-Fakta Terbaru LRT Jabodebek, Termasuk Tarif Rp12.000
Menhub Klaim Operator Kereta Cepat Jakarta-Bandung Cetak Sejarah di Asia Tenggara
Menteri Ignasius Jonan, Satu-Satunya Menteri Keluar Masuk Kabinet
Menhub Budi: Kereta Cepat Jakarta - Bandung Terkoneksi LRT di Stasiun Cawang
Ongkos Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rp300.000 untuk Kelas Paling Bawah
Operator Kereta Cepat Buka Penerimaan Pegawai Tahun ini, Berikut Kebutuhannya