Pembangunan Kilang Jadi Strategi Pertamina Kurangi Impor BBM

Pembangunan Kilang Jadi Strategi Pertamina Kurangi Impor BBM
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. ©2020 Merdeka.com
EKONOMI | 6 Juli 2022 19:58 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, proyek pengembangan kilang atau Refinery Development Master Plan (RDMP) menjadi solusi perseroan dalam mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.

"Kami melakukan RDMP untuk meningkatkan indeks kompleksitas dari seluruh kilang dan juga meningkatkan kapasitasnya agar bisa menurunkan angka impor BBM," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (6/7).

Saat ini, kapasitas produksi yang terpasang dari kilang-kilang milik Pertamina adalah memproduksi sekitar 60 sampai 70 persen dari kebutuhan BBM nasional. Perseroan masih melakukan impor BBM antara 30 sampai 40 persen dari BBM nasional.

Menurutnya, BBM impor sebagian besar adalah gasoline. Sedangkan, gasoil berupa solar dan avtur sudah tidak lagi diimpor oleh Pertamina karena mampu dipenuhi oleh produksi domestik.

Pertamina mengoperasikan kilang-kilang yang sudah berumur, sehingga masih memakai teknologi lama yang membuat indeks kompleksitas masih rendah, sehingga perseroan harus melakukan investasi melalui proyek RDMP. Sejak Juni 2022, RDMP Balongan sudah berproduksi dan bisa mengurangi impor gasoline sebanyak 25 ribu barel per hari.

"Ini dampaknya besar karena produksi di Balongan sudah bisa kami tingkatkan kapasitasnya dari awalnya 125 ribu barel per hari menjadi 150 ribu barel per hari," jelas Nicke.

Sementara itu, RDMP Balikpapan akan selesai pada triwulan ketiga tahun depan. Proyek pengembangan kilang tersebut akan menambah produksi BBM nasional sebanyak 100 ribu barel per hari. Saat ini, kapasitas Kilang Balikpapan sebesar 246 ribu barel per hari dan mulai triwulan ketiga tahun depan akan meningkat menjadi 346 ribu barel per hari. (mdk/azz)

Baca juga:
Erick Thohir Nilai Kendaraan Listrik Satu Solusi Tekan Tingginya Impor BBM RI
Temui Bos Pertamina dan PLN, Jokowi Sentil Impor Minyak yang Terlalu Besar
Kebakaran Tangki Kilang Cilacap Bisa Buat Biaya Impor BBM Membengkak
Tekan Impor Minyak, Pertamina Bangun Kilang Hijau
ESDM: Pemanfaatan Kendaraan Listrik Hemat Subsidi BBM Rp600 Miliar per Tahun
Pertamina Pertama Kali Isi BBM Kapal Perang India, Ini Harapannya

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini