Pembangunan PLTS Terapung Cirata Melambat Terkendala Administrasi

UANG | 9 November 2018 16:04 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar telah mendapat laporan dari perusahaan pengembang asal Uni Emirat Arab (UEA) Masdar, terkait perkembangan pembangunan proyek PLTS terapung Cirata yang sedang mengalami perlambatan karena permasalahan administrasi yang harus diselesaikan.

"Perkembangan agak slow karena ada beberapa administrasi yang harus diselesaikan," kata Arcandra, di Jakarta, Jumat (9/11).

Arcandra melanjutkan, pihak Masdar akan meminta waktu untuk mengkaji ulang strategi proyek tersebut. Untuk mengurai kendala administrasi yang ada dan menghindari pelanggaran.

"Lebih baik cek ulang. Di riview ulang sama PLN. Kita lihat prosedur ini sudah benar apa belum. berhati-hati lihat aturan yang ada," tuturnya.

Pembangunan PLTS Ciratara digarap Anak Usaha PLN, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) dan Masdar, kedua perusahaan tersebut resmi menggarap pembangunan PLTS terapung setelah melakukan penandatangan perjanjian pengembangan PLTS.

Penandatangan ini merupakan tindaklanjut dari MoU antara PT PJB dan Masdar pada 16 Juli 2017 tentang Development of Renewable Large Scale Power Projects in the Republic of Indonesia di Abu Dhabi, PEA.

Proyek berupa Floating Photovoltaic Solar Power Plant 200 MW dibangun di waduk Cirata milik PT PJB. Untuk feasibility dan grid interkoneksi study telah selesai di akhir September 2017. Selanjutnya telah diserahkan kepada PT PLN (Persero) serta segera melaksanakan perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA).

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pemerintah segera terbitkan aturan pembangunan PLTS di atap bangunan
10 Persen pembangkit listrik di proyek 35.000 MW sudah beroperasi
Pasokan listrik panas bumi bertambah 140 MW sepanjang kuartal III 2018
Pemerintah Jokowi tak tunda pembangunan pembangkit demi jaga kepercayaan investor
PLN gunakan dana penerbitan global bond untuk bangun pembangkit listrik

(mdk/azz)