Pembangunan Sirkuit Mandalika Capai 30 Persen

Pembangunan Sirkuit Mandalika Capai 30 Persen
Mandalika. ©Kementerian PUPR
EKONOMI | 29 November 2019 15:45 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Konstruksi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Ngurah Wirawan mengatakan, pembangunan Sirkuit Mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah mencapai 30 persen. Pembangunan memasuki tahap penggalian fondasi dan pemadatan struktur lintasan.

"Di lapangan 30 persen groundwork saya rencanakan secara fisik penggalian pondasi selesai pada akhir bulan ini, penimbunan, struktur pemadatan," ‎kata Wirawan, di GS8 Longe, Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (29/11).

Menurutnya, setelah proses pemadatan rampung akan dilanjutkan pengaspalan secara berlapis pada akhir Januari hingga Agustus 2020. Pengaspalan ini akan diperiksa oleh FIM sebagai penyelenggara Moto GP

"Kalau bulan Januari sampai Agustus selesai kami diperiksa FIM akhir Agustus," tuturnya.

Wirawan mengungkapkan, beberapa tantangan pembangunan komplek Sirkuit seluas 5 hektar ini, yaitu kerataan arena balap, drainase yang baik agar saat hujan air yang menggenang dalam 30 detik bisa hilang.

‎"Dia enggak boleh tergenang sedikit pun begitu hujan 30 detik harus airnya mengalir, tergenang lebih dari1 menit bahaya, banyak hal yang tak memungkinkan," paparnya.

Dia melanjutkan, aspal yang digunakan untuk arena balap harus khusus sesuai standar FIM, berbeda dengan aspal yang digunakan untuk jalan biasa. "Ada standarnya udah dikasih tahu FiM, ini pembelajaran baru, temen kontraktor ini juga pengalaman," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Belum Pasti Selenggarakan MotoGP Pada 2021

selenggarakan motogp pada 2021 rev2

Wirawan optimis proses pembangunan Sirkuit Mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB) selesai pada 2021, namun belum dipastikan bisa untuk penyelenggaraan ajang balap MotoGP pada tahun yang sama.

Meski pembangunan Sirkuit Mandalika selesai pada September 2021, dia tidak bisa memastikan Sirkuit seluas 5 hektre tersebut bisa menyelenggarakan MotoGP pada 2021. Pasalnya, untuk menyelenggarakan MotoGP harus mendapat sertifikasi dari FIM terlebih dahulu.

"Kami engga sampe situ (penyelenggaraan MotoGP 2021), tugas kami hanya konstruksi tugasnya membangun dulu, tugas saya memastikan saya berhasil mendapatkan sertifikasi FIM yang penting kalau ada sertifikat kita berhak melaksanakan," jelasnya.

Menurut Wirawan, selain membangun komplek Sirkuit untuk MotoGP, pihaknya juga sudah merencanakan pembangunan perhotelan di sekitar Mandalika untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan MotoGP. Hal ini seperti yang diterapkan di Buriram, Thailand.

"Kita akan menggandeng PHRI, Asita, dan lainnya, kamar-kamar hotel di Senggigi, Mataram, Praya untuk mendukung lokasi ini. Sama seperti Buriram, enggak langsung ke Buriram dia langsung ke 400 km utara Bangkok 5 jam naik bus, jadi orang ke Bangkok, naek bus bareng-bareng ke Buriram,"tandasnya.

Baca juga:
Pembangunan Pelabuhan Patimban Tahap Pertama Telan Investasi Rp29 Triliun
Ditinjau Jokowi, Penyelesaian Pembangunan Pelabuhan Patimban Dikebut
Sri Mulyani Sebut Bangun Infrastruktur Tak Seperti Kisah Roro Jonggrang
Jokowi Minta BUMN Beri Kesempatan Swasta Kerek Ekonomi RI
Menanti Perbaikan Jalan Menuju Kawasan Observatorium Terbesar di Asia Tenggara
Jokowi Tak Masalah Jika Pengusaha Korsel Mau Bangun Ibu Kota Baru

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami