Pembatalan Penerbangan Sriwijaya Air di Solo Bukan Karena Pecah Kongsi?

UANG | 8 November 2019 12:04 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pecah kongsi yang terjadi antara maskapai Garuda Indonesia dengan Sriwijaya Air tak berimbas penerbangan dari Solo. Meskipun terjadi sejumlah pembatalan penerbangan, hal tersebut lebih disebabkan faktor lainnya.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo Abdullah Usman mengatakan sudah sekitar satu bulan ini Sriwijaya Air mengurangi penerbangan rute dari dan ke Solo. Jadwal Sriwijaya yang biasanya terbang setiap hari, sudah dikurangi menjadi 3 kali dalam seminggu.

"Operasional Sriwijaya Air sekarang ini hanya pada hari Senin, Jumat dan Minggu. Kemarin itu ada pembatalan karena jumlah penumpangnya cuma 40 persen," ujar Usman, Jumat (8/11).

Dia menjelaskan, pengurangan jadwal penerbangan Sriwijaya Air rute Solo, disebabkan keterbatasan armada. Sehingga jadwal penerbangan yang biasanya dilayani setiap hari, ini menjadi tiga kali dalam seminggu.

"Kami tetap akan menjaga kondisi di terminal supaya tetap kondusif dan terus memberikan pelayanan yang maksimal kepada semua pengguna jasa," katanya.

Terpisah, Branch Manager Sriwijaya Air Solo, Fredy J De Hart menambahkan, beberapa penerbangan rute Solo yang dibatalkan dikarenakan adanya maintenance berkala. Sehingga saat ini hanya melayani penerbangan tiga kali dalam seminggu.

"Nanti kalau armada sudah siap maka operasional akan kembali normal setiap hari. Untuk pengalihan penumpang akibat cancel flight akan dilakukan proses refund full," katanya.

Sebelum terjadi pengurangan, jadwal penerbangan setiap hari yang dilayani oleh Sriwijaya Air adalah SJ.210 pukul 09.25 tujuan Jakarta – Solo, SJ.213 pukul 11.25 tujuan Solo-Jakarta, SJ.214 pukul 17.45 tujuan Jakarta-Solo dan SJ.215 pukul 19.35 tujuan Solo-jakarta.

1 dari 2 halaman

Pembatalan Penerbangan Lainnya

Penerbangan Sriwijaya Air ke Malang melalui Bandara Soekarno-Hatta dibatalkan. Puluhan penumpang belum mendapat kejelasan terkait alasan pembatalan tersebut. Seharusnya pesawat akan berangkat pada pukul 13.10 WIB.

Salah satu penumpang, Nasrul Utama, merasa ditipu. Menurutnya, pihak maskapai tahu tak ada pesawat yang bisa terbang ke Malang tapi tiket tetap dijual.

"Apa ini perusahaan atau apa? Ini penipuan. Terus terang saja. Sudah tahu pesawatnya tidak ada, dijual juga," keluhnya kepada wartawan di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (7/11).

Selain pembatalan penerbangan ke Malang, Sriwijaya Air juga menunda penerbangan tujuan Lampung dan Pontianak. Pesawat ke Lampung seharusnya berangkat pukul 07.15 WIB namun sampai siang ini belum ada kejelasan.

Tak hanya itu, Penerbangan Sriwijaya Air rute Padang-Jakarta yang dijadwalkan berangkat pada Kamis pukul 06.30 WIB batal. Akibatnya sempat terjadi kericuhan antara penumpang dengan petugas maskapai.

Humas PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau, Fendrick Sondra menyampaikan, berdasarkan informasi dan klarifikasi di lapangan pembatalan penerbangan karena PT Gapura Angkasa selaku ground handling yang melakukan penanganan operasional darat untuk Sriwijaya tidak bisa melakukan penanganan karena ada arahan kantor pusat PT Gapura.

"Akhirnya penumpang dimediasi oleh PT Angkasa Pura II dan saat ini situasinya sudah kondusif," ujarnya.

Dia mengakui memang ada sedikit kericuhan karena penumpang menuntut kepastian pemberangkatan.

2 dari 2 halaman

Pecah Kongsi

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengeluarkan pernyataan bahwa Sriwijaya Air bukan lagi menjadi bagian dari anggota maskapai penerbangan pelat merah tersebut. Padahal, kedua maskapai ini sempat kembali lanjutkan kerjasama awal Oktober lalu.

Dalam keterangan yang diperoleh, Direktur Perawatan dan Servis Garuda Indonesia Iwan Joeniarto mengatakan, hal ini dikarenakan masih ada beberapa hal yang belum diselesaikan oleh Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air.

"Karena keadaan dan beberapa hal yang belum diselesaikan oleh kedua belah pihak, kami memberi tahu bahwa Sriwijaya sedang melanjutkan bisnis sendiri," kata Iwan, Kamis (7/11).

Dengan demikian, Iwan melanjutkan, hubungan antara Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Group akan dilanjutkan pada basis business-to-business.

"Dengan demikian, Sriwijaya tidak akan lagi menjadi anggota Garuda Indonesia Group. Hubungan antara Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Group akan dilanjutkan pada basis bisnis-ke-bisnis," imbuhnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Bos Garuda Indonesia Bungkam Ditanya soal Konflik dengan Sriwijaya Air
Bahas Polemik Sriwijaya Air, Menko Luhut Panggil Menhub Hingga Bos Garuda Indonesia
Putus Nyambung Hubungan Kerja Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air
Garuda Indonesia: Surat Direktur Ditujukan Kepada Lessor Sriwijaya Air
VIDEO: Pelayanan Sriwijaya Air Mengecewakan, Penumpang Ngamuk di Bandara Soetta