Pembatasan Instagram Cs Oleh Pemerintah, Hambat Bisnis UKM

UANG | 25 Mei 2019 13:24 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Langkah pemerintah membatasi penggunaan media sosial (medsos) seperti WhatsApp, Instagram dan Facebook disebut akan memberi dampak pada pelaku usaha. Terutama bagi pedagang yang menjalankan bisnis daring via media sosial.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia bidang CSR dan Persaingan Usaha Suryani Motik mengatakan kebijakan tersebut di satu sisi menghambat pelaku UKM untuk berbisnis.

"Karena banyak penjualannya UKM dari situ. Kasihan mereka," kata Suryani, di Jakarta, Sabtu (25/5).

Momen jelang lebaran seperti sekarang merupakan waktu bagi pelaku usaha untuk memperbaiki kinerja usaha serta mendapatkan keuntungan tambahan. Pembatasan medsos, bisa menghambat upaya tersebut.

"Kesempatan mereka untuk meraup (keuntungan) jadi agak terhambat karena mereka tidak bisa meng-upload produk-produknya, pesanan-pesanan itu di situ," jelasnya.

Oleh karena itu, Suryani berharap, pemerintah dapat segera mencabut pembatasan tersebut sehingga operasi medsos dapat berjalan normal. "Pemerintah cepatlah itu, yang namanya Facebook, Instagram, dihidupkan lagi," tandasnya.

Baca juga:

Pembatasan Akses WhatsApp dan Medsos Disebut Cukup Ampuh Tangkal Hoaks

12 Negara Ini Juga Pernah Membatasi Medsos dan WhatsApp

Ketua DPR Minta Masyarakat Setop Sebar Konten Negatif Aksi 22 Mei

Tutup 31 Mei, Ini Deretan Fitur Ikonik Dari BBM!

Sempat Sulit Diakses, Kini Instagram Sudah Normal Kembali

Menkominfo: Pembatasan Akses Medsos dan Pesan Instan Hindari Dampak Negatif

Indosat Ooredoo Batasi Sementara Layanan Telekomunikasi

(mdk/idr)