Pembelian DIRE oleh Investor Jepang Untungkan LPKR

Pembelian DIRE oleh Investor Jepang Untungkan LPKR
Lippo Karawaci. ©docstoc.com
EKONOMI | 7 Desember 2021 12:22 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), melalui anak perusahaannya, Bridgewater International Ltd. (BWI), menjual 874.912.770 unit Lippo Malls Indonesian Retail Trust (LMIRT) yang dimiliki BWI. LMIRT adalah suatu Dana Investasi Real Estate (DIRE) berdasarkan hukum Singapura yang tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Singapura (SGX).

CEO LPKR John Riady mengatakan, transaksi ini membawa dampak positif bagi LPKR. Selain memperkuat neraca, transaksi ini juga meningkatkan alur kas perusahaan.

"Pembeli unit LMIRT yakni TCC adalah pihak independen yang tidak terafiliasi dengan LPKR," ujarnya ditulis Selasa (7/12).

Pihak yang membeli unit LMIRT adalah perusahaan asal Jepang, Tokyo Century Corporation (TCC). Berdasarkan perjanjian, harga penjualan unit LMIRT tersebut sebesar SGD 67.368.283,29. Perjanjian dilakukan oleh BWI dan TCC untuk penjualan dan pembelian secara 'married deal' di SGX atas instruksi kepada sekuritas masing-masing perusahaan.

2 dari 2 halaman

Lippo Karawaci Optimis Capai Target Bisnis Rp4,2 T Hingga Akhir 2021

optimis capai target bisnis rp42 t hingga akhir 2021

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) optimis mampu mengejar target rencana bisnis sebesar Rp4,2 triliun sampai akhir 2021. Optimisme tersebut bisa dicapai dengan dibantu dengan kehadiran tiga klaster baru.

"Dengan peluncuran klaster terbaru pada tanggal 30 Oktober 2021 ini kami semakin solid untuk mencapai target rencana bisnis LPKR Rp4,2 triliun di akhir tahun 2021," ujar CEO LPKR John Riady, di Jakarta Rabu (3/11).

John Riady mengatakan, pihaknya berinovasi untuk merespon new normal lifestyle bagi market milenial yang bekerja dan berbisnis dari rumah. Sehingga melahirkan konsep one stop living desain produk LPKR terbaru ‘Hive @ Parc’ dan ‘Hive @ Himalaya’.

"Untuk merespon permintaan yang sangat tinggi LPKR menghadirkan klaster terbaru dengan menerapkan prinsip kaum urban milenial yang menyukai simplicity dan space multifungsi," katanya.

"Saya melihat ini merupakan real demand yang menumbuhkan real economy. Jadi kita akan terus tumbuh dan kita juga melihat bahwa memang permintaannya besar," katanya.

Sebagai catatan, pendapatan pra-penjualan atau marketing sales LPKR melesat 122 persen YoY menjadi Rp2,33 triliun di Semester I/2021. Performa LPKR di Kuartal III/2021 terus menunjukkan kinerja positif. Di bulan Agustus 2021 berhasil membukukan pra-penjualan sebesar Rp3,1 triliun.

Pada bulan September 2021 dari penjualan Cendana Parc North menghasilkan nilai penjualan Rp678 miliar. Semester II/2021 dengan peluncuran klaster komersial Hive @ Parc dan Hive @ Himalaya di Lippo Karawaci dan beberapa klaster di Lippo Cikarang.

"LPKR akan mampu mencapai target rencana bisnis yang telah direvisi 30 persen dari semula Rp3,5 triliun menjadi Rp4,2 triliun," ujarnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
Moody's Naikkan Peringkat LPKR Menjadi Positif, ini Pemicunya
Kinerja SILO 2021 Moncer Ditopang Layanan Kesehatan Selama Pandemi Hingga Telehealth
Satgas akan Lelang 3,7 Ha Aset Sitaan BLBI di Lippo Karawaci
Tiga Sumber Pertumbuhan LPKR di 2021
SILO Bergabung Ke MSCI Small Cap Index
Naik 37 Persen, Pendapatan LPKR 2021 Diprediksi Capai Rp 16,34 T
Kuartal III 2021, Pendapatan LPKR Tumbuh 44 Persen Menjadi Rp10,9 T

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami