Pembukaan Aktivitas Ekonomi di Tengah Pandemi Tetap Dibatasi

Pembukaan Aktivitas Ekonomi di Tengah Pandemi Tetap Dibatasi
UANG | 18 Juni 2020 12:29 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa dan SDA, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Raden Edi Prio Prambudi mengatakan, pembukaan aktivitas ekonomi di masa pandemi masih dibatasi. Sebab, saat ini kondisi belum kembali normal sebagaimana sebelum terjadinya penyebaran virus corona.

Seperti diketahui, pemerintah bermaksud membuka sembilan sektor perekonomian di tengah pandemi corona. Sembilan sektor tersebut yakni pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik dan transportasi barang.

"Ini kondisi belum normal, kalau dibuka aktivitas ekonomi masih ada batasan," kata Edi dalam diskusi BNPB bertajuk 'Prakondisi Pembukaan 9 Sektor Ekonomi' di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (18/6).

Dalam kondisi ketidakpastian ini pemerintah berencana membuka 9 sektor ekonomi yang dianggap bisa beraktivitas di tengah pandemi. Hanya saja kapasitas usaha dibatasi sampai ditemukannya vaksin.

Pada masa ini pemerintah menyarankan sektor ekonomi yang dibuka untuk memaksimalkan teknologi yang ada, sehingga bisa membantu mengatasi penyebaran virus.

Sementara itu, Rektor Unika Atma Jaya, A. Prasetyantoko mengatakan, dibukanya 9 sektor ekonomi ini sudah disesuaikan untuk meningkatkan produk domestik bruto (PDB) nasional dan daerah. Pembukaan aktivitas ekonomi bisa menyerap tenaga kerja. Selain itu, sektor-sektor yang dibuka memiliki keterkaitan satu sama lain.

"Memang sembilan sektor ini sudah dipilih. Kalau dia ini bergerak akan membawa gerbong lain baik sektor lain maupun tenaga kerja," kata Prasetyantoko.

Baca Selanjutnya: Dia mengaku dunia usaha harus...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami