Pemerintah Ajak Negara G20 Kolaborasi Pulihkan Ekonomi Global

Pemerintah Ajak Negara G20 Kolaborasi Pulihkan Ekonomi Global
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. ©2022 Merdeka.com
EKONOMI | 6 Juli 2022 18:21 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, menyebut pemulihan ekonomi pasca pandemi menjadi perhatian khusus dalam agenda Presidensi G20. Sebab, saat ini pemulihan ekonomi global menghadapi banyak tantangan, tidak hanya dampak dari pandemi saja. Melainkan, adanya konflik geopolitik juga menjadi tantangan yang cukup signifikan terhadap pemulihan ekonomi global.

"Hampir semua negara punya soal sama yaitu mengendalikan Covid dan pemulihan pasca ekonomi pasca pandemi," kata Bahlil dalam sambutannya di acara pertemuan 2nd Trade Invesment and Industry Working Group (TIIWG), di Surakarta, Rabu (6/7).

Di sisi lain, tekanan inflasi tinggi dan terbatasnya ketersediaan pangan serta energi juga menyebabkan penurunan daya beli sekaligus menimbulkan kerentanan terhadap masyarakat di negara-negara berkembang. Bahkan, kata Bahlil dampaknya bisa menyebabkan negara tersebut jatuh ke jurang kemiskinan.

Maka seluruh dunia khususnya anggota G20 harus bergandengan tangan, untuk menyelesaikan masalah rantai pasok dunia demi mendukung capaian SDG's terutama poin 1 dan 2, yakni mengurangi kemiskinan dan memerangi kelaparan.

"Singkatnya, G20 harus jadi payung bersama penyusunan desain pembangunan global yang adil sejahtera inklusif dan lestari, khususnya menyuarakan kepentingan negara berkembang dan kelompok miskin dan rentan," ujarnya.

Bahlil menyebut perdagangan, investasi dan industri merupakan faktor kunci dalam upaya pemulihan ekonomi global. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, karena kemajuan perdagangan merupakan hasil sektor industri yang maju, berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
DPR Soroti Penyerapan Dana PEN Belum Optimal Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2021
Lonjakan Kasus Covid-19 Dinilai Tak Ganggu Pemulihan Ekonomi Selama RS Tak Penuh
Syarat Wajib Vaksin Booster untuk Perjalanan Dinilai Tidak Ganggu Pemulihan Ekonomi
Per 3 Juli 2022, Penyerapan Dana PEN Sektor Kesehatan Baru Rp28 Triliun
Menko Airlangga: Pandemi Belum Berakhir
APBN akan Digunakan untuk Minimalisir Dampak Gejolak Geopolitik Global

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini