Pemerintah akan Lanjutkan Program PEN di 2022

Pemerintah akan Lanjutkan Program PEN di 2022
Menko Airlangga. Istimewa ©2021
EKONOMI | 26 Oktober 2021 17:12 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Pemerintah akan melanjutkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang didalamnya terdapat insentif untuk masyarakat baik bantuan sembako, KUR, Kartu Prakerja, dan UMKM serta PKL.

"Pemerintah telah mempersiapkan beberapa program yang terus berlanjut di tahun 2022, yaitu untuk kluster kesehatan Rp 77,05 triliun, perlinsos Rp 126,54 triliun, program prioritas Rp 90,4 triliun dan dukungan UMKM RP 27,48 triliun," kata Airlangga, dalam Konferensi Pers Evaluasi Program PC-PEN dan Optimalisasi Anggaran Program PEN 2021, Selasa (26/10).

Sebelumnya, realisasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) per 25 Oktober 2021 sudah mencapai 58,3 persen dari pagu anggaran Rp 744,77 triliun. Untuk kluster kesehatan sudah terealisasi 54,3 persen atau Rp 116,8 triliun dari pagu anggaran Rp 214,96 triliun, perlindungan sosial baru 67 persen atau Rp 125 triliun dari pagu Rp 186,64 triliun.

Kemudian, program prioritas 57,7 persen atau Rp 68 triliun dari pagu Rp 117,94 triliun, sedangkan kluster insentif usaha sudah 96,7 atau Rp 60,73 triliun dari pagu Rp 62,83 triliun. Sementara untuk bantuan PKL dan warung, per 25 Oktober 2021 sudah direalisasikan kepada 706.996 penerima dengan total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 848 miliar dari pagu anggaran Rp 1,2 triliun.

"Bantuan PKL dan warung realisasi per 25 oktober sudah ada 706.996 penerima atau 848 miliar, dan ini adalah 70 persen daripada pagu anggaran. Sehingga dengan demikian serapannya baik dan mereka bukan penerima BPUM. Jadi bantuan ini efektif untuk memberi jaring pengaman untuk mereka yang belum mendapat bantuan," jelasnya.

Untuk KUR sendiri sudah terealisasi Rp 224 triliun dari pagu anggaran Rp 285 triliun. Dengan demikian, Menko menegaskan alasan Pemerintah melanjutkan program PEN di tahun 2022 lantaran program PEN tahun 2020 dan 2021 berjalan efektif.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Menteri Sri Mulyani Beberkan Aspek Islami dari Aturan Penanganan Pandemi
Aturan Penumpang Pesawat Wajib PCR Hambat Kebangkitan Ekonomi
Per 22 Oktober, Penyerapan Anggaran PEN Baru 58,4 Persen dari Target Rp744 Triliun
Fokus E-Commerce Jadi Penyelamat Industri Ritel di Tengah Pandemi
Kasus Covid-19 Terkendali, Indeks Keyakinan Konsumen Capai 95,5 di September
Tapering Hingga Utang Evergrande Berpotensi Bikin Biaya Impor RI Naik

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami