Pemerintah akan Tingkatkan Produksi untuk Tambal Defisit Migas

UANG | 8 Agustus 2019 16:43 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Pemerintah tengah mencari cara untuk menambal defisit minyak dan gas bumi (migas) yang selama ini menjadi penyebab defisit neraca perdagangan Indonesia. Salah satu upaya pemerintah tutupi defisit migas yakni dengan mendorong kapasitas produksi migas.

Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Fatar Yani Abdurrahman mengatakan, sampai dengan semester I-2019 produksi minyak siap jual atau lifting minyak baru mencapai 752.000 bph.

"Jadi salah satu usaha yang dilakukan memikirkan usaha untuk bisa mendapatkan produksi 1 juta per barel per hari. Ini tantangan bukan hanya SKK Migas tapi teman-teman dilapangan juga," katanya dalam diskusi yang digelar di Kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (8/8).

Selain mendorong kapasitas produksi, pemerintah juga berupaya menekan penggunaan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) maupun gas ditingkat masyarakat. Sebab, sama saja apabila kapasitas produksi ditingkatkan namun kebutuhan atau permintaan dalam negeri masih tinggi.

"Lalu pertanyaannya bisa tidak kurangi konsumsi? di 2025 saya khawatir bisa di atas 2 juta konsumsinya," imbuh dia.

Fatar menambahkan upaya pengurangan konsumsi bahan bakar ini pun bisa dilakukan dengan cara mengkonversikan gas ke tenaga listrik. Apalagi, setelah ditandatanganinya Peraturan Presiden (Perpres) mengenai mobil listrik, menjadi momentum baik.

"Bayangkan separuh Jakarta gunakan mobil listrik, gasnya yang kita produksikan sebagai listrik separuh konsumsi bahan bakar yang ada di Indonesia bakal turun, kalau bisa terjadi saya yakin defisit impor bisa kurang," katanya.

Di samping itu, dia juga mendorong perluasan pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas bumi (jargas) dapat tersebar di berbagai wilayah. Apabila ini ditingkatkan, maka 5 tahun ke depan diharapkan defisit migas akan tertutup.

Baca juga:
Pemerintah Diminta Benahi Regulasi Genjot Investasi Migas
4 Masalah Krusial Ini Bikin Jokowi Jengkel dan Marahi Pejabat
Pemerintah Belum Pikirkan Sanksi untuk Pertamina Soal Tumpahan Minyak di Karawang
Limbah Minyak Mentah dari Proyek PHE ONWJ Makin Bertambah di Karawang
Menteri Susi Minta Pertamina Perbanyak Oil Boom Tangani Tumpahan Minyak
IPLH: Penanganan Sumur YYA-1 Dilakukan Sesuai Prosedur Lingkungan
Jonan Sindir Pertamina Kalah Dari Asing dalam Produksi Migas di Negeri Sendiri

(mdk/did)