Pemerintah Andalkan Program Subsidi Gaji dan Banpres Genjot Pertumbuhan Kuartal III

Pemerintah Andalkan Program Subsidi Gaji dan Banpres Genjot Pertumbuhan Kuartal III
UANG | 16 September 2020 16:44 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan pemerintah mendorong dua program bantuan dalam realisasi penyerapan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga akhir September 2020. Yaitu Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Untuk Usaha Mikro dan Subsidi Gaji.

Di mana, untuk bantuan subsidi upah (BSU) sendiri dalam 1 bulan sejak peresmiannya pada 24 Agustus 2020, Satgas PEN telah menyalurkan Rp 13 triliun.

"Ini program yang baru diluncurkan (27 Agustus 2020) penetrasinya sudah cukup baik kita sudah Salurkan 2 batch sekitar Rp 7 triliun lebih hampir Rp 8 triliun yang sudah kita salurkan untuk 2 batch. Rencananya akan kita berikan ke 15,7 juta karyawan yang terdaftar di BPJS," kata Budi dalam konferensi pers perkembangan Realisasi Anggaran dana PEN, Rabu (16/9).

Lanjutnya, untuk tahap ketiga, keempat, dan kelima penyaluran program BSU ditargetkan penyalurannya bisa disalurkan akhir September ini. Sehingga diharapkan ada tambahan Rp 8,8 triliun lagi yang bisa disalurkan di sampai dengan akhir September.

Selain BSU, dia mengatakan program Bantuan Presiden Produktif (Banpres Produktif) menjadi program unggulan kedua yang didorong oleh pemerintah untuk bisa menyelamatkan pertumbuhan ekonomi di kuartal III tahun 2020.

"Jadi kalau kita ada dua program besarnya kita yang akhir sampai akhir September kita sudah dorong yang pertama adalah banpres produktif sekitar Rp8,6 triliun, kita akan coba salurkan sampai akhir bulan September, kemudian program subsidi gaji yang ini sekitar Rp 8,8 triliun akan kita coba dorong agar bisa disalurkan di akhir September," ungkapnya.

Baca Selanjutnya: Dua Program Sumbang Rp 174...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami