Pemerintah Antisipasi Anjloknya IHSG Tertekan Virus Corona

Pemerintah Antisipasi Anjloknya IHSG Tertekan Virus Corona
UANG | 28 Februari 2020 13:52 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak tertekan pada pembukaan perdagangan Jumat akhir pekan ini. Sebanyak 192 saham melemah sehingga mendorong bursa saham ke zona merah.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pelemahan IHSG disebabkan oleh merebaknya Virus Corona. Virus Corona sudah memunculkan berbagai ketidakpastian di seluruh pasar saham.

"Karena ini ada efek internasional dengan Corona ketidakpastian meningkat. Kemudian juga ada hal hal yang terkait di dalam negeri," ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (28/2).

Pihaknya masih melihat langkah apa yang akan diambil oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menjaga agar saham tidak jatuh terlampau dalam. "Kalau regulasi kan bursa punya beberapa tools. Nah itu yang tentu harapannya tools bursa itu bisa katakanlah dirumuskan," jelasnya.

Sementara itu terkait pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dollar, Mantan Menteri Perindustrian tersebut mengatakan, saat ini tengah terjadi normalisasi usai Rupiah menguat cukup tajam dibanding mata uang negara lainnya. "Kalau Rupiah kan menguatnya kemarin dibanding yang lain kita menguatnya lebih tinggi, sehingga tentu ada normalisasilah," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Strategi OJK

Sementara itu, Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot mengatakan, pelemahan IHSG beberapa hari ini sejalan dengan tekanan yang terjadi di berbagai bursa saham dunia yang dilatarbelakangi oleh sentimen negatif penyebaran virus Corona yang semakin meluas ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.

Untuk itu, OJK akan memperhatikan secara ketat perkembangan dan dinamika pasar saham baik global, regional maupun domestik. OJK akan terus berkoordinasi dengan Bursa Efek Indonesia untuk melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan sesuai dengan kewenangan.

"OJK bersama Pemerintah dan BI telah dan akan terus mensinergikan kebijakan untuk memberikan stimulus dan menjaga kepercayaan publik khususnya investor," kata Sekar melalui keterangan resminya.

Pada pra perdagangan saham Jumat (28/2/2020), IHSG melemah 99,52 poin atau 1,80 persen ke posisi 5.436,17. Kemudian pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG tetap melemah dengan turun 173,09 poin atau 3,13 persen ke level 5.362,59.

Adapun indeks saham LQ45 melemah 4,37 persen ke posisi 854,07. Seluruh indeks saham acuan bergerak di zona merah. Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 5.436,17 dan terendah di 5.361,50. Sebanyak 19 saham menguat namun tak mampu mengangkat IHSG ke zona hijau.

Sedangkan 192 saham melemah sehingga mendorong bursa saham ke zona merah. Di luar itu, 63 saham diam di tempat. Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 16.791 kali dengan volume perdagangan 155,3 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp206,4 miliar. (mdk/azz)

Baca juga:
Demokrat Sebut Kasus Jiwasraya Buat IHSG Anjlok 5 Persen
Korban Virus Corona Bertambah, IHSG Diramal Terperosok Masuk Zona Merah
IHSG Ditutup Menguat di Level 6.296
Pilihan Investasi Aman di Tengah Konflik Iran-AS
Ada Konflik Iran-AS, Bagaimana Dampaknya ke Ekonomi Indonesia?
Ada Konflik Iran-AS, Investor Diperkirakan Main Aman

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami