Pemerintah bakal bahas peningkatan ekspor ke China dengan Jack Ma di IMF-World Bank

UANG | 8 Oktober 2018 12:43 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, Rudiantara menyebut bahwa Indonesia akan membahas strategi peningkatan ekspor ke China bersama pendiri Alibaba Group Holding Ltd., Jack Ma, dalam IMF-World Bank Annual Meeting 2018.

Dia mengungkapkan, pembahasan terkait peningkatan ekspor ke China bakal dilaksanakan pada pertemuan dengan Jack Ma pada tanggal 13 Oktober mendatang.

"Jack Ma, ada ketemu tanggal 13 Oktober. Pembahasannya apa, soal peningkatan ekspor dari Indonesia. Kita mau meningkatkan ekspor ke pasar Cina," kata dia, di Media Center, Hotel Westin, Bali, Senin (8/10).

"Jack Ma punya paltform di sana. Bagaimana kita manfaatkan, dan di sana ada 700 juta orang yang terhubung dengan jaringan. Yang kalau Jack Ma bicara beli barang Indonesia, maka mereka deeply considered," jelas dia.

Meskipun demikian, dia tidak menyampaikan secara rinci produk atau komoditas saja yang akan menjadi prioritas dalam pembahasan tersebut. "Kalau itu (komoditas) ke Kemendag dan Bekraf ya. Kalau promosi jangan banyak-banyak, 2 sampai 3 jenis barang dan available. Jadi fokus," kata dia.

Selain membahas soal peningkatan ekspor, pemerintah juga akan mengedepankan pembahasan tentang peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

"Kita bicara satu peningkatan ekspor dan peningkatan SDM di Indonesia. Ini berkaitan dengan rencana pemerintah hasilkan 20 ribu digital talent di 2019," tandasnya.

Baca juga:
Jokowi sebut anggaran pertemuan IMF-WB untuk bangun apron dan terowongan
Fahri setuju IMF-WB galang dana buat korban gempa NTB dan Sulteng
Menkominfo jamin layanan internet di pertemuan IMF-World Bank kencang dan aman
Telkom sediakan layanan komunikasi kelas dunia di pertemuan IMF-World Bank
Proyek BUMN dapat kucuran dana Rp 200 triliun di ajang IMF-World Bank

(mdk/idr)