Pemerintah Bakal Lengkapi Kawasan Industri Morowali dengan Teknologi 5G

UANG | 11 Januari 2019 13:06 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, pihaknya akan mendorong penerapan teknologi 5G di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah. Dengan demikian, kawasan ini akan menjadi kawasan industri di luar Jawa yang pertama kali menerapkan 5G.

Dia meyakini 5G akan sangat membantu implementasi Revolusi Industri 4.0. Pembangunan infrastruktur jaringan ini dipandang sangat membantu perjalanan revolusi industri mendatang.

"Ini jadi kompleks pertama untuk dikembangkan teknologi komunikasi 5G," kata Airlangga di Morowali, Sulawesi Selatan, Jumat (11/1).

Dia menambahkan, saat ini penerapan teknologi informasi 5G sudah dilakukan di kawasan industri Cilegon Banten. Penerapan di Morowali tinggal menunggu kesiapan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

"Saya sudah bicara dengan Menteri Kominfo, bahwa 5G akan dibuat di kawasan industri prototipenya satu di Cilegon (Banten), dua di Morowali," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan peletakan batu pertama, yang menandai mulai dibangunnya pabrik komponen utama lithium battery dari bahan dasar nikel.

Pabrik tersebut dibangun di lahan milik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Rencana pembangunan pabrik dengan investasi awal bernilai USD 700 juta dari USD 4,3 miliar total investasi ini.

Luhut mengatakan peletakan batu pertama proyek ini menjadi langkah besar Indonesia dalam upaya pengembangan industri berbasis teknologi, terutama dalam pengembangan lithium battery. "Kita dalam bahasa kerennya melakukan Leap frog, lompatan katak dalam pengembangan industri ke depan," kata dia, di Morowali, Jumat (11/1).

Baca juga:
Pemerintah Resmikan Pembangunan Pabrik Baterai Mobil Listrik di Morowali
Bappenas: Bonus Demografi Harus Dimanfaatkan, Kalau Tidak Akan Jadi Beban
Kemenperin: Industri Makanan dan Minuman Raih Peluang di Tahun Pemilu
Pengusaha Sebut Industri Makanan dan Minuman Tumbuh Sesuai Proyeksi
2019, Investasi Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Ditargetkan Capai Rp 130 T

(mdk/azz)