Pemerintah Bakal Perluas Tano Ponggol Jadi seperti Terusan Suez

UANG | 31 Juli 2019 20:23 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Kawasan pariwisata Danau Toba akan menambah lagi daya tariknya dengan adanya program pelebaran Tano Ponggol, sehingga nantinya akan tercipta ruas keluar masuk kapal wisata yang juga mirip seperti Terusan Suez di Mesir.

Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jarot Widyoko mengatakan, dengan adanya pelebaran dan Jembatan Tano Ponggol diharapkan akan menjadi ikon baru di salah satu kawasan strategis pariwisata nasional tersebut, maka perekonomian daerah tersebut bakal berkembang.

"Alur pelebaran dan pendalaman ini adalah sepanjang 1,2 kilometer. Jadi ini kalau saya membayangkannya seperti Terusan Suez," kata Jarot di Samosir, Sumatera Utara, dikutip Antara, Rabu (31/7).

Dia menjelaskan, terusan di Tano Ponggol akan menghubungkan Danau Toba sehingga nantinya kapal wisata akan bisa mengelilinginya. Saat ini progres pelebaran alur Tano Ponggol dari sekitar 25 meter menjadi 80 meter ini, progresnya sudah sekitar 74 persen.

Alur Tano Ponggol sepanjang 1,2 kilometer itu juga akan ditambah kedalamannya dari 3 meter menjadi 8 meter. Kontrak pekerjaannya dimulai Desember 2017 dan akan selesai Desember 2019 dengan anggaran mencapai Rp313 miliar.

Selain itu pada sisi kiri dan kanan alur Tano Ponggol nantinya akan menggunakan steel sheet pile untuk menjaga kekuatan tanggul. Setelah dilakukan pelebaran, pada sisi kiri dan kanan juga akan dibangun jalur pedestrian sebagai bagian dari penataan kawasan sekaligus dukungan objek wisata di Danau Toba.

Kepala BBPJN II Medan Sumatera Utara Ditjem Bina Marga Selamet Rasidi mengatakan, dengan adanya pelebaran alur ini, secara otomatis perlu dilakukan penyesuaian desain Jembatan Tano Ponggol agar kapal pesiar dapat lewat di bawah jembatan.

Menurut Selamet, desain jembatan tersebut juga akan mengadopsi kearifan lokal adat Batak. Diperkirakan, biaya yang dibutuhkan untuk perluasan ini sekitar Rp287 miliar dan diharapkan konstruksi dapat dilaksanakan pada tahun 2020-2021.

"Perkiraan ketinggian ideal jembatan yang sudah kita hitung adalah sekitar 8-9 meter dengan panjang total jembatan mencapai 1 kilometer, yang terdiri dari jembatan utama sepanjang 235 meter dan sisanya merupakan jembatan pendekat, dan oprit," ujarnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Kemenhub Tawarkan 2 Skema Kerja Sama Swasta Pembangunan Terminal Bus
Proyek Infrastruktur KPBU Kemenhub Dilirik Investor Lokal Hingga Jepang
Kemenhub Tawarkan Proyek Infrastruktur KPBU Mulai Terminal Hingga Pelabuhan
5 Fakta Kalimantan Jadi Ibu Kota Baru, Pemindahan PNS Hingga Harga Tanah Naik
Menengok Penyebab Bandara Kertajati Sepi Penumpang
Asosiasi Keluhkan Banyaknya Regulasi Hambat Pembangunan PLTS

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.