Pemerintah Bakal Sulap Anjungan Migas Lepas Pantai jadi Keramba Ikan

UANG | 9 September 2019 20:35 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah akan menyulap fasilitas pencarian minyak dan gas (migas) anjungan lepas pantai yang sudah tidak beroperasi menjadi keramba pengembangbiakan ikan. Saat ini hampir 100 ‎anjungan lepas pantai yang sudah tidak beroperasi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah memiliki kewajiban membersihkan anjungan lepas pantai yang sudah tidak beroperasi. Hal ini untuk menghindari anjungan tertabrak kapal yang melintas.

"Anjungan kan sebenarnya kewajiban pemerintah untuk bersihkan. Kalau tidak bersihkan itu bisa nanti nabrak," kata Menko Luhut, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (9/9).

Menko Luhut menyebut pemerintah tengah mencari cara agar anjungan tersebut masih bisa dimanfaatkan. Salah satunya dengan menyulap menjadi keramba ikan.

"Ya itu tadi lagi diomongin. Ternyata ada beberapa yang bisa digunakan untuk keramba ikan," ujarnya.

Saat ini pemerintah sedang mencari ‎payung hukum, untuk menyulap anjungan lepas pantai menjadi keramba ikan. Selain itu juga, sedang dicarikan skema pendanaannya dan memungkinkan bagi investor.

"‎‎Siapa aja yang mau. Misal kamu mau bikin keramba kamu bisa pakai daerah itu. Ini kita cari aturannya, belum final," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6 (mdk/bim)

Baca juga:
PGN dan PLN Calon Penyerap Gas Blok Masela
Harga Minyak Dunia Naik Usai Putra Raja Salman Jadi Menteri Energi Arab
Solusi BigJava untuk Digitalisasi di Industri Migas
Upaya Pertamina Pertahankan Produksi Migas di Blok Mahakam
Keputusan Operator Proyek IDD Ada di Tangan Menteri ESDM Baru
Cari Partner, Pertamina Bakal Lepas Saham Blok Migas Kelolaan
Produksi Blok Migas Luar Negeri Pertamina Capai 88 Persen dari Target

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.