Pemerintah Bangun Bandara di Ibu Kota Baru Mulai 2021

Pemerintah Bangun Bandara di Ibu Kota Baru Mulai 2021
UANG | 26 Februari 2020 15:37 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi akan membangun bandara internasional baru di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) atau Ibu Kota Baru di Kalimantan. Pembangunan ini dilakukan untuk menunjang kawasan IKN.

Bandara bertaraf internasional tersebut direncanakan bakal dibangun pada 2021 mendatang.

"Iya, ada bandara baru. Titiknya kurang lebih 15 Km dari pusat kota. Mestinya akhir 2021 dibangun," ujar Menhub saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (26/2).

Bandara tersebut bakal dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Sementara, saat ini di sekitaran kawasan IKN sendiri sudah ada 2 bandara yang dibangun, yaitu Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan dan Bandara Samarinda Baru milik Kementerian Perhubungan di Samarinda.

Menhub juga menambahkan, 3 bandara ini (ditambah dengan bandara baru yang akan dibangun) akan dikelola oleh 1 operator. Hal ini dilakukan untuk menarik minat investor serta meminimalkan penggunaan APBN.

"Jadi nanti akan dibuat korporasi untuk mengelola 3 bandara itu, nanti kita undang kolaborasi asing dan lokal sehingga investasi untuk bandara tidak keluar dari APBN, tapi swasta yang investasi di situ," papar Menhub.

1 dari 1 halaman

30 Perusahaan Asing Tertarik Bangun Ibu Kota Baru di Kalimantan

asing tertarik bangun ibu kota baru di kalimantan rev1

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengklaim bahwa banyak investor asing tertarik membangun Ibu Kota baru di Kalimantan. Hingga saat ini, Luhut sudah menerima 30 perusahaan yang mau menggarap proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) dan seluruhnya berasal dari luar negeri.

"Saya baru dikirimi listnya, 30 perusahaan sudah mau masuk. Banyak investor yang ingin berpartisipasi bangun Ibu Kota Negara (IKN)," ujar Luhut di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (26/2).

Luhut tidak menjelaskan detailnya, namun negara besar seperti Amerika, Jepang hingga Arab turut antre untuk bisa menanamkan modalnya di Indonesia.

"Banyak, Amerika masuk, Jepang masuk, Arab masuk, Singapura masuk," imbuhnya.

Meski enggan menyebutkan nilai investasinya, Luhut menyatakan bahwa perusahaan yang masuk berkonsentrasi di bidang listrik, pompa air dan sebagainya.

Sementara, investor lokal juga tidak ketinggalan mau bantu membangun IKN. Sebut saja perusahaan-perusahaan karya (konstruksi).

"Yang lokal ya karya-karya itu, konstruksi, lalu ada juga di pembangunan yang lain," kata Luhut mengakhiri. (mdk/idr)

Baca juga:
Presiden Jokowi: Konsep Ibu Kota Baru RI Dilirik Dunia
Draf RUU Pemindahan Ibu Kota Rampung, Diserahkan ke DPR Usai Reses
Menko Luhut Sebut 30 Perusahaan Asing Tertarik Bangun Ibu Kota Baru di Kalimantan
Kelola 3 Bandara di Ibu Kota Baru, Pemerintah Kembali Undang Investor Asing
Luhut soal Pembangunan Ibu Kota Baru: Kita Butuh Dana, Tapi Jangan Mau Dikendalikan
Status Ibu Kota Dicabut, Jakarta Disarankan Jadi Kota Bisnis dan Riset

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami