Pemerintah Batal Atur Promo Tarif Ojek Online

UANG | 12 Juni 2019 20:13 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, pihaknya batal mengatur kebijakan terkait diskon atau promo tarif ojek online (ojol). Untuk itu, Kementerian Perhubungan akan mengajak stakeholder terkait seperti pihak aplikator untuk merumuskannya.

"Promo kalau memang nanti ada usulan baru kita bahas. Itu adalah usulan dari para stakeholder, bukan kita yang mau ngatur-ngatur," ujar dia di Jakarta, Rabu (12/6).

Pernyataan tersebut seakan merevisi ucapan Menhub Budi beberapa waktu lalu, yang sempat melarang adanya pemberian diskon ojek online.

Sementara Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, pemerintah tak bisa sewenang melarang ketentuan pemberian diskon tanpa melibatkan aplikator.

"Tadi kan pak Menteri sudah sampaikan, kalau promo-promo itu sepanjang dari pihak aplikator mengusulkan untuk ada promo dan sebagainya dimasukan ke dalam unsur untuk rangka penghitungan, ya nanti kita coba diskusikan dulu," tuturnya.

Dia pun menegaskan, keputusan diskon tarif ojol memang berada di luar wewenang Kemenhub yang hanya berhak mengatur soal tarif saja. "Saya kira promo itu di luar wewenang kita. Saya hanya mengatur menyangkut masalah tarif saja. Jadi promo, kita di luar itu lah," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Menhub Budi Tegaskan Tak Akan Turunkan Tarif Ojek Online
Menhub Budi Sebut Evaluasi Tarif Ojol Usulan Pengemudi
Kemenhub Bakal Turunkan Tarif Ojek Online
Ojek Online di Samarinda Kaget, Ada Penumpang Bayar Pakai Uang Palsu
Menhub Harap Revisi Aturan Soal Promo Ojek Online Cegah Perang Tarif
Aturan Baru Tarif Ojek Online, Penghasilan Pengemudi Grab Naik 30 Persen

(mdk/azz)