Pemerintah Beri Kesempatan Koperasi Ajukan Tambahan Modal

Pemerintah Beri Kesempatan Koperasi Ajukan Tambahan Modal
UANG | 30 Juni 2020 12:14 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menyediakan kesempatan bagi para Koperasi untuk mengajukan pinjaman modal kerja baru, baik yang belum pernah menjadi anggota Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) atau yang sudah terdaftar.

"Saya kira Koperasi obor Mas sudah mengajukan dan ini sangat bagus, saya juga mohon dari koperasi bisa disalurkan untuk pelaku usaha kecil menengah yang sekarang sangat membutuhkan pembiayaan," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Selasa (30/6).

Sedangkan, bagi koperasi yang belum mendapatkan pinjaman dari LPDB, pihaknya juga mendorong dan mempersilakan segera untuk para anggota koperasi mengajukan ke LPDB untuk mendapatkan modal kerja yang murah.

"Tujuan kami adalah untuk membantu keuangan koperasi, yang selama ini kami tahu banyak anggotanya yang menarik pinjaman dan tidak sanggup membayar cicilan karena kegiatan usaha terdampak," imbuhnya.

Dia menjelaskan, akan mendorong dan meningkatkan kapasitas usaha dan kompetensi koperasi dan UMKM dalam pembangunan nasional, dan juga ingin melahirkan lembaga keuangan yang ramah bagi koperasi dan UMKM. Untuk itu, pihaknya akan memberikan kesempatan bagi koperasi dan UMKM untuk mengakses pasar lebih luas lagi, baik pasar dalam negeri maupun pasal di luar guna meningkatkan daya saing.

Lalu mengembangkan kewirausahaan naik kelas, ini perlu terhubung dengan ekosistem pembiayaan dan ekosistem kewirausahaan serta pasar. Pihaknya juga ingin mempercepat akselerasi pembiayaan dan prestasi.

"Tahun ini LPDB kami putuskan 100 persen relaksasi untuk koperasi, dan kami terus melanjutkan standar pembiayaan untuk UMKM lewat koperasi," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Sehingga pihaknya mengajukan kepada Pemerintah untuk memberikan menambah investasinya di LPDB ini, karena situasi lagi sulit, Teten mengatakan baru dapat tambahan Rp 1 triliun untuk dana LPDB. "Ini belum turun Peraturan Menteri Keuangan (PMK) katanya, sehingga sekarang dalam program relaksasi menggunakan dana yang ada di LPDB," ucap Teten.

Selain itu, menurutnya penting juga untuk koperasi dan UMKM memberikan kemudahan dan kesempatan berusaha saat ini, misalnya untuk korporasi sudah ada indeks yang tiap tahun dikeluarkan world bank untuk mengukur kemudahan kesempatan usaha. Namun untuk Koperasi dan UMKM juga harus punya, bukan hanya untuk korporasi besar saja.

Demikian Kementerian Koperasi dan UKM membutuhkan model Koperasi yang bisa dijadikan contoh bagi korporasi di berbagai daerah, sehingga bisa menghadirkan koperasi sebagai alternatif bagi masyarakat sebagai pilihan nasional untuk berusaha.

"Kira-kira garis besar kebijakan kami seperti itu, kami ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali menghadirkan koperasi yang baik, koperasi yang sehat dan koperasi yang tumbuh, kita perlu model. Apalagi saat ini koperasi nama baik Koperasi itu tidak seharum yang kita bayangkan dan yang dicita-citakan," tandasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Bantuan untuk UMKM Disalurkan Lewat Bank Agar Terhubung ke Lembaga Pembiayaan
Ekonomi Tak Menentu, Masyarakat Takut Ajukan Pinjaman untuk Modal Usaha
Gerakan Toko Bersama, Upaya Selamatkan Warung dari Dampak Pandemi
Menkop Teten Akui Jokowi Marah Karena Program PEN Berjalan Lambat
Menkop UKM Sosialisasi Program Restrukturisasi Pinjaman LPDB-KUMKM di KPS Bogor
Survei: 62,6 Persen UMKM Yakin Mampu Bertahan 1 Tahun Lebih di Tengah Pandemi Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Curhat Siswa Lulusan Tanpa Ujian Nasional

5