Pemerintah Bikin Festival Belanja Tangkal Dampak Virus Corona ke Ekonomi RI

Pemerintah Bikin Festival Belanja Tangkal Dampak Virus Corona ke Ekonomi RI
UANG | 13 Februari 2020 17:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka konsumsi rumah tangga di kuartal IV tahun 2019 yang tumbuh hanya 4,97 persen, lebih rendah dibanding periode sebelumnya sebesar 5,08 persen.

Hal tersebut menunjukkan turunnya daya beli masyarakat yang justru harus terus digenjot karena konsumsi memberi kontribusi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Apalagi saat ini, penyebaran virus Corona dari China ditakutkan akan memukul sektor yang menghasilkan konsumsi besar-besaran.

Untuk itu, pemerintah melakukan segala cara agar daya beli masyarakat bisa meningkat lebih tinggi. Staf Ahli Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Raden Edi Prio Pambudi menyatakan ada beberapa langkah yang sedang disusun, salah satunya penjualan merchandise karakter film lebih cepat dari tanggal seharusnya.

"Kami menawarkan, kami bertemu dengan pekerja seni, tolong dong mereka buat satu event. Contohnya satu moment, mereka akan rilis 1 film dengan karakter, nah merchandisenya dijual sekarang-sekarang bisa tidak, tidak perlu menunggu nanti saat mau rilis, itu kan memancing konsumsi," tutur Edi saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (13/2).

Langkah yang lain misalnya mengadakan festival belanja, baik konvensional maupun online. Untuk online, nanti pemerintah akan bekerja sama dengan pihak e-commerce. Namun, barang-barang yang dijual di e-commerce juga harus dilihat asalnya.

"Kalau yang dijual belikan barang impor dari China, ya percuma juga, tidak ada barangnya. Makanya kita lihat bisa tidak dorong para pelaku usaha misalnya mendapatkan barang lain dari domestik," imbuh Edi.

Lebih lanjut, Edi bakal tetap mempertimbangkan festival belanja online ini karena diharapkan akan bisa mendorong konsumsi nanti, meskipun saat ini pihak e-commerce masih mengevaluasi program diskon 11.11 dan 12.12 yang kemarin mereka adakan.

"Mereka ingin lihat yang kemarin, 11.11 dan 12.12 seperti apa. Kalau sukses nanti dilihat yang dibelanjakan barang apa," tandasnya.

Baca Selanjutnya: Kebut Belanja Kementerian...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami