Pemerintah Buka Investasi dari Timur Tengah Untuk Pembiayaan Jalan Tol

Pemerintah Buka Investasi dari Timur Tengah Untuk Pembiayaan Jalan Tol
Tol Trans Sumatera. Maulandy ©2019 Merdeka.com
EKONOMI | 29 Oktober 2019 21:09 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuka pintu investasi bagi para investor asal Timur Tengah untuk terlibat dalam pembangunan jalan tol di Indonesia.

Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan, banyak badan usaha yang kini terlibat dalam skema partnership dalam pengerjaan jalan tol. Kehadiran pemain baru di sektor jalan tol pun disebutnya bukan jadi ancaman terhadap pemain lama.

Ini lantaran pemerintah target untuk dapat mengoperasikan jalan bebas hambatan sepanjang 4.700-5.200 km pada 2024 mendatang, sehingga membutuhkan banyak tenaga tambahan.

"We need more muscles. More muscles Ini bukan hanya soal uang ya, tapi knowledge, technology, teman-teman yang bisa membantu kami merancang sistem kontrak yang bagus, itu juga sangat kami butuhkan," ujar dia di Jakarta, Selasa (29/10).

Untuk 2020, Danang memperkirakan, pemerintah akan mulai memakai skema kepatuhan syariah (syariah compliance) dalam kelanjutan pembangunan infrastruktur. Hal ini turut membuka kesempatan bagi investor asal Timur Tengah untuk terlibat dalam pembiayaan pembangunan jalan tol.

"Kita mungkin sekarang juga merencanakan pertengahan tahun depan itu kontrak kita sudah syariah compliance. Sehingga membuka investasi baru dari Timur Tengah yang seringkali membutuhkan yang sifatnya syariah compliance contract," tuturnya.

"Ini salah satu upaya kita untuk membuka ruang baru, partner baru. Jadi saya minta banyak di-support oleh teman-teman industri dan di swasta," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Pengusaha Harap Penunjukan Kapolri Bisa Jaga Kestabilan Keamanan demi Investasi
4 Perusahaan Investasi Rp159 Miliar di Kawasan Ekonomi Khusus Palu
Apindo Harap Kabinet Indonesia Maju Buat Terobosan Dongkrak Iklim Usaha Indonesia
Pengusaha Indonesia Ambil Alih Saham PMA Galangan Kapal di Batam
Investasi Kelistrikan Kuartal III 2019 Tumbuh 38 Persen Capai Rp116,5 Triliun
Wujudkan Konsep Omnibus Law, Pemerintah Perlu Lembaga Pusat Legislasi Nasional

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami