Pemerintah Cabut Izin Usaha Pengusaha Gula Rafinasi Nakal

UANG | 5 Agustus 2019 19:34 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Satgas Pangan Bareskrim bersama Kementerian Perdagangan menangkap lima tersangka terkait dugaan tindak pidana perembesan distribusi gula kristal rafinasi yang disalahgunakan untuk dijual ke masyarakat sebagai gula kristal putih. Kemendag akan mencabut izin usaha perusahaan yang terlibat dalam mengedarkan gula rafinasi ke pasaran.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengatakan pihaknya hingga saat ini Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan masih terus melakukan kajian.

"(Akan dicabut izinnya?) Iyalah, tapi kita lihat dulu semuanya nanti, kita lihat proses hukumnya di Bareskrim," ujar Mendag Enggar di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (5/8).

Mengutip Antara, pelaku sengaja menggunakan gula rafinasi dan melepaskan ke pasaran sebagai gula kristal putih karena ingin mendapat keuntungan dari perbedaan harga antara rafinasi dan gula putih.

Saat ini, harga gula rafinasi dipasaran sebesar Rp9.000 per Kilogram (Kg). Sementara itu, gula putih dipatok pada harga Rp12.500 hingga Rp13.200 per Kg. Perbedaan harga signifikan ini kemudian membuat para pelaku tergiur.

Penangkapan kasus ini berawal dari informasi PTPN X dan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jateng dan DIY tentang banyaknya peredaran gula rafinasi yang merajalela.

Mendag Enggar mengatakan, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan dan Bareskrim akan terus mengusut kasus ini hingga tuntas. "Kita bersama PKTN, kita selalu bersama-sama dengan Satgas Bareskim akan tindak," jelasnya.

Distribusi gula rafinasi diatur melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 74/M-DAG/PER/9/2015 Tentang Perdagangan Antarpulau Gula Kristal Rafinasi, serta Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 117/M-DAG/PER/12/2015 tentang Ketentuan Impor Gula.

Peraturan tersebut di antaranya mengatur gula rafinasi hanya dapat digunakan untuk keperluan bahan baku industri dan dilarang diperjualbelikan di pasar eceran.

Baca juga:
Diduga Ilegal, Bappebti Stop Seminar Perdagangan Berjangka di Yogyakarta
Kemendag Fasilitasi Pengusaha UKM Pakaian Ekspor ke Kanada
Mengupas Pengenaan Bea Masuk Biodiesel oleh Uni Eropa dan Strategi Pemerintah
Pemerintah Siapkan Pengacara Internasional Lawan Uni Eropa dalam Sengketa Biodiesel
Kemendag Tuding Uni Eropa 'Gempur' Indonesia dengan Pengenaan Bea Masuk Biodiesel
Revisi Permendag, Pemerintah Perketat Praktik Impor Sampah
Pemerintah Protes Rencana Pengenaan Bea Masuk Biodiesel ke Uni Eropa

(mdk/bim)