Pemerintah Cari Cara Industri Tekstil RI Tak Dibanjiri Produk China

Pemerintah Cari Cara Industri Tekstil RI Tak Dibanjiri Produk China
UANG | 11 Desember 2019 11:04 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengadakan rapat tertutup dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Produsen Serat Sintesis dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI). Agenda rapat tersebut membahas kendala industri tekstil di tanah air.

Bahlil mengungkapkan, permasalahan utama industri tekstil saat ini adalah gempuran produk impor, sehingga membuat produk dalam negeri kalah di pasaran.

"Kita tahu akhir-akhir ini banyak produk dari luar Indonesia yang melakukan penetrasi yang sangat luar biasa sekali sampai kemudian kalau cek di pasar-pasar maupun di Tanah Abang itu sudah susah kita mendapatkan made in Indonesia, made in negara lain saja, kira-kira begitu," kata dia, di kantornya, Jakarta, Rabu (11/12).

Kendati demikian, dia mengaku belum memperoleh data angka pasti impor tekstil ke Indonesia. Namun dipastikan impor tekstil sudah sangat deras dan bukan menjadi sebuah hal yang rahasia lagi.

"Bukan rahasia umum lagi kan garmen kita kan banyak impor dari negara lain terutama dari China kan," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Genjot Produk Lokal...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami