Pemerintah dan China Silang Pendapat Soal Frekuensi Kereta Cepat

Pemerintah dan China Silang Pendapat Soal Frekuensi Kereta Cepat
UANG | 21 Februari 2020 16:34 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Chandra Dwiputra, menyebut ada perbedaan pendapat antara kontraktor China dan Kominfo. Di mana, silang pendapat perihal frekuensi radio proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Belum ada satu bahasa, masalah frekuensi radio yang mau dipakai," tegas dia sesuai mengikuti rapat di Gedung Kemaritiman, Jakarta, Jumat (21/2).

Permasalahan ini dipicu pernyataan pihak kontraktor China, yang mengklaim jaringan frekuensi radio yang saat ini digunakan kereta cepat di negaranya masih GSM. Sedangkan, pihak Kominfo menilai untuk saat ini jaringan 5G sudah bisa diterapkan.

"Menurut China di sana pun baru GSM, tapi menurut Kominfo sudah ada yang bisa dipakai," papar dia.

Terkait target pengoperasian kereta cepat Jakarta-Bandung yang dipatok selesai pada 2021, dia belum memberi keterangan pasti. Sebab, pihaknya masih berfokus pada pengerjaan konstruksi.

"Kita maksimalkan konstruksinya kereta cepat dulu jadi di 2021. Setelah itu sertifikasi," pungkas dia.

1 dari 1 halaman

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi 2021, KCIC Buka 2.400 Lowongan Kerja

jakarta bandung beroperasi 2021 kcic buka 2400 lowongan kerja

Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditargetkan beroperasi pada 2021. Untuk itu, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) membuka lowongan kerja atau loker bagi 2.400 orang dalam rangka mempersiapkan operasional perdana kereta cepat tersebut.

"KCIC membuka kesempatan bagi putra dan putri terbaik bangsa untuk menjadi bagian dari keluarga Kereta Cepat Jakarta Bandung. Yang terpilih ini nantinya akan menjadi generasi pertama di Indonesia yang mampu mengoperasikan sarana dan prasarana kereta cepat," ujar Direktur Human Resources PT KCIC Puspita Anggraeni dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (5/2).

Puspita berharap dengan SDM yang unggul, maka kereta cepat akan memberikan pengalaman terbaik tidak hanya dari kenyamanan dan rasa aman menggunakan teknologi kereta, namun juga pelayan profesional dari seluruh kru.

Rekrutmen karyawan dilakukan dalam beberapa gelombang untuk ditempatkan pada berbagai posisi yang terkait dengan operasional kereta cepat seperti di bidang persinyalan, teknisi, hingga pramugara dan pramugari kereta api.

KCIC membuka kesempatan bagi mereka yang baru lulus maupun yang telah berpengalaman, khususnya di bidang transportasi. Utamanya posisi yang perlu terpenuhi dengan segera seperti Masinis dan personel untuk Operation Control Center (OCC) kereta cepat.

Program rekruitment untuk operasional kereta cepat diharapkan menjadi langkah awal bagi anak bangsa untuk dapat berkarir dan mengembangkan diri dalam industri moda transportasi massal modern di Indonesia.

(mdk/bim)

Baca juga:
Pengerjaaan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terganggu akibat Virus Corona
Kereta Cepat Italia Tergelincir, 2 Orang Tewas
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi 2021, KCIC Buka 2.400 Lowongan Kerja
Sosialisasi Pencegahan Virus Corona di Stasiun Sudirman
KCIC Minta Bantuan Luhut Soal Pembebasan Lahan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
300 Karyawan KCIC Tertahan di China karena Virus Corona
Menkes Kirim Tim Periksa Pekerja Kereta Cepat yang Diduga Terkena Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami