Pemerintah dan Konsorsium Kerja Paralel Bangun Tol Semarang-Demak

UANG | 19 Juli 2019 18:24 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menetapkan konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Misi Mulia Metrical sebagai pemenang pelelangan pengusahaan Jalan Tol Semarang-Demak.

Namun, proses pengerjaan konstruksi ruas tol tersebut nantinya akan dilakukan oleh pemerintah dan pihak konsorsium secara paralel, di mana pemerintah diberi kewenangan untuk mengerjakan sepanjang 10,69 Km proyek dari arah Semarang.

"Nanti pembangunannya bisa secara paralel. Dari total panjang 27 Km, 10,69 Km dari Semarang itu dukungan pemerintah. Selanjutnya sampai Demak tanggung jawab kita (konsorsium)," jelas Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Pembangunan Perumahan Tbk, M Aprindy di Jakarta, Jumat (19/7).

Aprindy menyampaikan, pengoperasian Tol Semarang-Demak nantinya akan menjadi wewenang penuh konsorsium. "Dalam pengoperasiannya nanti jadi tanggung jawab kita," sambungnya.

Sebagai informasi, keputusan penetapan tiga konsorsium itu diambil berdasarkan surat Nomor PB.02.01-Mn/1347 tertanggal 17 Juli 2019 tentang Penetapan Pemenang Pada Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Semarang-Demak Yang Terintegrasi Dengan Pembangunan Tanggul Laut Kota Semarang.

Adapun masa konsesi ruas tol ini berlaku selama 35 tahun sejak surat perintah mulai kerja pertama diterbitkan oleh BPJT.

Pasca adanya penetapan pemenang pelelangan, pihak konsorsium wajib membentuk Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dalam waktu maksimal dua bulan, untuk kemudian dilanjutkan proses penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) paling lambat tiga bulan setelah penetapan pemenang lelang.

Sementara proses pengerjaan proyek Tol Semarang-Demak ditargetkan berlangsung selama 2 tahun sejak dikeluarkannya PPJT pada tahun ini, yang menandakan secara perhitungan wajib rampung 2021.

Saat ditanya kapan pihak konsorsium akan memulai pengerjaan, Aprindy belum banyak menjawab. "Kita berharap lebih cepat lebih baik. Konstruksi akhir tahun bisa kita jalani dan proses pembebasan (lahan) harus kita jalani," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pemerintah Tetapkan Tarif Tol Semarang-Demak Mulai Rp1.124 per Km
Dibangun di Atas Tanggul Laut, Proyek Tol Semarang-Demak Harus Dikerjakan Hati-Hati
Pemerintah Segera Lelang Proyek 7 Ruas Tol Baru Senilai Rp151 Triliun
Bangun KEK Rebana, Jabar Minta Pemerintah Percepat Pembangunan Tol Cisumdawu
Bandara, Pelabuhan dan Kawasan Industri Akan Tersambung Jalan Tol di 2019-2024
Kementerian PUPR Masih Kaji Ide Proyek Tol Atas Laut Utara Jakarta

(mdk/idr)