Pemerintah Denmark Turun Tangan Pengembangan EBT di Empat Provinsi

UANG | 5 Desember 2019 20:31 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah Denmark turun tangan dalam penyusunan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) pada empat provin‎si di Indonesia dengan mengedepankan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengatakan, ‎pengembangan EBT untuk menggantikan energi fosil sesuai potensi setiap daerah menjadi sebuah tantangan. Untuk melaksanakannya, empat provinsi yaitu Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo dan Riau mendapat‎ bantuan dari Pemerintah Denmark, konsep yang diberikan nantinya akan tertuang dalam RUED.

"Denmark telah memberikan dukungan terhadap pengembangan RUED untuk empat provinsi," kata Arifin, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (5/12).

Menteri Kerja Sama Pembangunan Denmark Rasmus Prehn mengungkapkan, rekomendasi yang diberikan Demark untuk membuat pemanfaatan EBT lebih masif, efisien dan murah. Berdasarkan pengalaman Denmark dalam mengembangkan EBT, teknologi untuk pengembangan EBT semakin lama semakin murah hal ini juga akan dialami Indonesia.

"EBT teknologi semakin murah, di Denmark lebih murah solar power lebih murah dari pada pembangkit fosil di Denmark dan itu akan terjadi di Indonesia," tutur Rasmus.

1 dari 1 halaman

Rekomendasi Denmark

Adapun rekomendasi yang dikeluarkan Denmark adalah potensi pengembangan EBT, khususnya tenaga air di Sulawesi Utara, pengembangan energi tenaga matahari untuk Gorontalo. Jika kedua provinsi ini berhasil menggantikan batubara dengan mengembangkan energi air, surya serta menggunakan gas bumi, maka kedua provinsi ini bisa mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar kurang lebih 50 persen pada tahun 2030.

Berikutnya rekomendasi untuk Kalimantan Selatan menggunakan energi angin, energi matahari dan natural gas combined cycles sebagai sumber energi untuk kelistrikannya untuk menggantikan batubara. Jika rekomendasi tersebut dilakukan, maka emisi gas rumah kaca wilayah tersebut dapat berkurang hingga 48 persen pada tahun 2030.

Kemudian rekomendasi untuk Riau dan Sumatera, wilayah tersebut memiliki beragam potensi EBT, Denmark menitikberatkan rekomendasinya pada pengembangan energi surya dan biogas sebab dianggap kompetitif jika mendapatkan skema pembiayaan yang baik.

Reporter: Pebrianto

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
ESDM: Butuh Investasi USD 39,25 Miliar Kembangkan Energi Baru Terbarukan Hingga 2025
Len Industri dan Perusahaan China Bangun Pabrik Panel Solar Cell di Subang
PLN Gandeng 4 Kampus Negeri dan LIPI Guna Tingkatkan Penelitian & Pengembangan
Uji Coba Selesai, B30 Siap Diterapkan 1 Januari 2020
Pertamina Berencana Kembangkan Energi Nuklir
Pertamina Dinilai Siap Hadapi Tren Perubahan Konsumsi Energi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.