Pemerintah Diminta Aktif Sosialisasi Kondisi Pasar ke Eksportir

UANG | 25 Maret 2019 14:41 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perdagangan Benny Soetrisno meminta pemerintah, terutama Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar negeri, agar aktif memberikan informasi terkait negara-negara yang menjadi pasar ekspor Indonesia.

Menurutnya, ini akan sangat membantu para eksportir untuk lebih mengenal pasarnya, seperti produk apa saja yang diminati negara bersangkutan. "Dari sisi Kemenlu kita juga butuh informasi dari negara tujuan. Misalnya barang apa saja 10 barang terbesar yang mereka impor," kata dia, di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (25/3).

Informasi berikut yang tidak kalah penting adalah terkait bea masuk. Pengetahuan mengenai bea masuk suatu negara akan membantu eksportir dalam membuat perhitungan bisnisnya.

"Kedua bea masuk dan non tarif barier negara itu yang diberlakukan pada negara lain, kalau barang kita dibeli harus tahu jadi berapa. Ini tugas Kementerian Perdagangan memberitahukan kita," jelas dia.

"Eksportir itu memang harus memiliki jiwa nekad. Kita harus memilih produk yang kita bisa kuasai dengan harga yang kompetitif dan negara mana yang kita tuju," tandasnya

Baca juga:
Genjot Ekspor, Kemendag Bakal Gelar Trade Expo Indonesia 2019
Bulog Tunggu Surat Penugasan Soal Impor 100.000 Ton Bawang Putih
Vape Indonesia Siap Ekspor ke Asia Tenggara di 2020
Kemenperin Sebut Industri Rokok Berperan Penting Serap Tenaga Kerja dan Genjot Ekspor
Philip Morris Indonesia Ekspor Perdana ke Duty Free Jepang
DPR Minta Rencana Impor 100.000 Ton Bawang Putih Dievaluasi

(mdk/azz)