Pemerintah Diminta Beri Harga Khusus Batubara Agar Tarif Listrik Turun

UANG | 6 November 2019 17:10 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pelaksana tugas Direktur Utama PT PLN (persero) Sripeni Inten Cahyani mengatakan, PLN diminta menurunkan tarif listrik khususnya untuk industri, agar menarik investasi dengan membuat tarif listrik industri di Indonesia lebih kompetitif.

"Kami diberikan target menantang untuk menurunkan tarif listrik khusus industri untuk menarik investasi ke Indonesia dengan tarif kompetitif," kata Inten, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (6/11).

Menurutnya, untuk membuat tarif listrik kompetitif perlu kebijakan khusus mengenai harga energi primer untuk pembangkit. Sebab, energi primer memiliki prosi besar yaitu 60 persen dalam pembentukan Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik.

"Khususnya kami mohon energi primernya, kita ketahui BPP listrik 60 persen didominasi energi, 60 persen fuel mix dari batubara kemudian gas dan air," tuturnya.

PLN juga membutuhkan dukungan pemerintah berkaitan dengan ketersediaan pasokan energi primer, baik batubara atau gas. Di sisi lain PLN juga telah berupaya menekan biaya produksi listrik dengan mengurangi penggunaan pembangkit listrik Berbahan Bakar minyak (BBM).

"Pemerintah diharapkan memberikan dukungan dalam penataan energi primer, untuk mendukung kelistrikan baik volume gas atau batubara," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Aturan Baru, Kompensasi Gangguan Listrik Kini Bisa Dapat 500 Persen dari Tagihan
Jonan Sebut Tarif Listrik Belum Tentu Naik Meski Subsidi Energi di 2020 Dipangkas
Harga Batubara Murah, Menteri Jonan Pastikan Tarif Listrik Tak Naik Hingga 2020
PLN soal Potensi Penurunan Tarif Listrik: Itu Wewenang ESDM
ESDM: Pencabutan Subsidi Listrik Tunggu Pengesahan UU APBN 2020
Ada Kenaikan Tarif Listrik, Inflasi di 2020 Diprediksi Sentuh 3,5 Persen

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.