Pemerintah Diminta Pastikan Bansos Cair 100 Persen jika PPKM Diperpanjang

Pemerintah Diminta Pastikan Bansos Cair 100 Persen jika PPKM Diperpanjang
Bantuan Langsung Tunai Dana Desa. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko
EKONOMI | 18 Oktober 2021 14:25 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, 3, dan 4 diperpanjang sejak 5 Oktober hingga hari ini, Senin (18/10). Pemerintah akan memutuskan keberlanjutan PPKM pada hari ini dengan mempertimbangkan kondisi pandemi di Indonesia.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, pemerintah harus memastikan perlindungan sosial tetap dilakukan jika PPKM diperpanjang. Selain itu, pemerintah juga diminta memastikan pencairan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Tugas pemerintah tetap fokus untuk berikan perlindungan sosial ke kelompok rentan miskin dan pastikan anggaran PEN 100 persen cair," kata Bhima kepada merdeka.com, Jakarta.

Bhima mengatakan, pemulihan ekonomi bisa terus berjalan jika masyarakat rentan miskin bisa ditopang. Hal tersebut juga diikuti dengan semakin pulihnya dunia industri. Apalagi jika tahun depan status PPKM dicabut.

"Kalau tahun depan PPKM dicabut dan status pandemi sudah berubah jadi endemi tentu ekonomi bisa lebih pulih. Sekarang saja orang mulai kembali belanja, dan produksi industri bergeliat kembali," katanya.

Untuk tahun ini, kata Bhima, pertumbuhan ekonomi masih bisa diharapkan dari perayaan Natal dan Tahun Baru. Di mana biasanya konsumsi masyarakat meningkat. "Nanti ada libur panjang Natal Tahun Baru bisa tingkatkan jumlah pengunjung pariwisata. Kuncinya di pemulihan mobilitas penduduk," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Perpanjangan PPKM Dinilai Perlu Dilakukan Selama Covid-19 Masih Pandemi

dinilai perlu dilakukan selama covid 19 masih pandemi rev1

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, perpanjangan PPKM perlu dilanjutkan selama status Covid-19 masih pandemi. Dia juga meminta pemerintah meminta masukan dari pakar kesehatan.

"Sebaiknya tetap dilanjutkan selama status Covid-19 masih pandemi. Saran dari ahli kesehatan tetap jadi acuan utama," ujar Bhima kepada merdeka.com, Jakarta, Senin (18/10).

Bhima mengatakan, saran ahli kesehatan tetap jadi acuan sebab beberaoa daerah belum sepenuhnya bebas dari Covid-19. "Kalau konsesus ahli kesehatan masih bilang PPKM lanjut ya berlanjut. Mungkin ada pertimbangan dibeberapa daerah masih muncul klaster baru penyebaran Covid-19," katanya.

Dia menilai hingga kini pemulihan ekonomi perlahan sudah mulai bergerak. Hal itu terlihat dari peningkatan kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan juga destinasi wisata.

"Sekarang saja orang mulai kembali belanja, dan produksi industri bergeliat kembali. Nanti ada libur panjang Natal Tahun Baru bisa tingkatkan jumlah pengunjung pariwisata. Kuncinya di pemulihan mobilitas penduduk," tandasnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
Langgar Jam Operasional, Kafe Holywings Tebet Ditutup Sepekan dan Denda Rp50 Juta
Perpanjangan PPKM Dinilai Perlu Dilakukan Selama Covid-19 Masih Pandemi
Pemerintah Putuskan Kelanjutan PPKM Level 1-4 di Indonesia Senin Sore
Polisi Masih Batasi Wisatawan Menuju Anyer
Kasus Covid-19 Bermunculan Lagi, Dokter RSCM Minta Waspadai Gelombang Ketiga
Simak Aturan Terbaru Penerbangan Internasional
Dukung Pemulihan Ekonomi Mikro Perbatasan, Kodim 0911/Nunukan Bantu Ratusan PKL

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami