Pemerintah Diminta Siapkan Strategi Penuhi Kebutuhan Migas

UANG | 12 November 2019 18:25 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan menindak tegas pihak-pihak yang menghalangi program pemerintah khususnya di bidang Migas. Sikap tegas tersebut dinilai wajar, lantaran kebutuhan migas dalam negeri sampai saat ini masih ditopang melalui impor.

Dekan fakultas ekonomi UNAS, Suryono Efendi mengatakan, pemerintah harus menyiapkan langkah-langkah konkret untuk memenuhi kebutuhan migas dalam negeri. Mengingat sampai saat ini, kontribusi energi minyak bumi pada pendapatan nasional tidak sebanding dengan import minyak bumi.

"Hal ini terjadi karena kebutuhan BBM dalam negeri hanya mampu dipenuhi oleh pemerintah tidak lebih dari lima puluh persen saja," katanya dalam seminar nasional yang diselenggarakan Amru Syndicate bersama Rumah Energi bertajuk 'Kuasai Sektor Energi Mulai Sekarang', Selasa (12/11).

Sementara itu, Pengamat Energi Hari Apriatno mengungkapkan, pemerintah perlu mendukung upaya berdikari dalam sektor migas. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah dengan menaikkan anggaran hingga mencukupi untuk berkembangnya para ilmuwan.

"Tanpa dukungan dan keberpihakan yang nyata itu sulit diharapkan terciptanya lompatan kemajuan ilmu dan teknologi di Indonesia," tegasnya.

Pandangan serupa juga disampaikan pengamat kebijakan publik IBSW, Nova Andika. Dia menerangkan, keberpihakan terhadap kebijakan publik berorientasi kepada pelayanan orang banyak harus ditunjukkan oleh pemerintah dalam berbagai regulasi.

"Perlu stimulasi dan dorongan dari pemerintah agar tercipta kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya kebersamaan dalam menangani masalah bersama," ujarnya.

Sedangkan, Pengamat Global Institute, Hendrajit mengatakan, energi security mutlak harus dimiliki oleh negara manapun dan sampai kapan pun. "Dalam membahas energi security, kata kuncinya adalah 4-A, yaitu availability, accessibility, acceptability, affordabillity," tutupnya.

1 dari 1 halaman

Jokowi Siapkan Strategi

Presiden Jokowi menyampaikan Indonesia sudah berpuluh tahun menanggung masalah defisit neraca berjalan dan perdagangan. Presiden memastikan telah menyiapkan sejumlah strategi penyelesaian untuk mengatasinya dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

"Sekali lagi saya sampaikan dalam rapat internal, jangan ada yang coba-coba halangi saya dalam selesaikan masalah yang tadi saya sampaikan. Pasti akan saya gigit dengan cara saya," ujarnya saat kongres Partai Nasdem di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11).

Presiden Jokowi menekankan solusi mengatasi defisit tak lain dengan menekan impor dan menggenjot ekspor. Impor minyak akan dikurangi dengan penerapan biodiesel. Produksi migas dalam negeri bakal ditingkatkan.

"Saya sampaikan, saya tidak mau impar impor terus," tegas Presiden Jokowi. (mdk/azz)

Baca juga:
Pertamina Bisa Pilih Blok Migas dari Hasil Survei Seismik
Pertamina Lakukan Eksplorasi Terbesar se-Asia Pasifik dan Australia
Pemerintah Aceh Ingin Kelola Sendiri Ladang Migas di Blok B
Presiden Jokowi: Ada yang Halangi Saya Selesaikan Masalah Defisit Pasti Saya Gigit
Menteri Arifin Minta Operator Blok Corridor Temukan Cadangan Gas Baru