Pemerintah Diminta Tak Fokus Kejar Pertumbuhan Ekonomi Saat Pandemi

Pemerintah Diminta Tak Fokus Kejar Pertumbuhan Ekonomi Saat Pandemi
UANG | 24 Juli 2020 16:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ekonom Center of Reforms on Economic (CORE), Piter Abdullah, menyatakan pemerintah harus fokus menjaga kondisi sektor riil di tengah pandemi Covid-19 dibandingkan mengejar pertumbuhan. Hal ini dikarenakan, dalam masa pandemi, hampir seluruh sektor mengalami kerapuhan sehingga harus dijaga daya tahannya agar tidak jatuh.

"Yang penting saat ini adalah menjaga sektor riil agar tidak bangkrut. Dan sektor keuangan juga bisa selamat. Jika sektor riil tidak collaps, maka permintaan kredit akan lancar, dan sektor perbankan akan selamat," ujar Piter dalam webinar Perbanas Institute, Jumat (24/7).

Dirinya melanjutkan, banyak negara yang sudah mengalami resesi. Resesi bahkan sudah terlihat seperti kenormalan baru. Hal ini tidak mengejutkan mengingat pandemi Covid-19 masih melanda dan belum akan selesai jika vaksin belum ditemukan.

Oleh karenanya, alih-alih mengejar pertumbuhan ekonomi, pemerintah harus menjaga agar dunia usaha bisa bertahan. Langkah pemerintah mendorong ekspansi kredit sebenarnya tidak salah, karena tujuannya semata-mata agar roda ekonomi berjalan.

"Namun ekspansi kredit ini terlalu beresiko dan manfaatnya dapat dikatakan sangat kecil. Sehingga, lebih baik, difokuskan ke penanganan Covid-19," ujarnya.

Adapun, salah satu kebijakan yang dinilai cukup baik dalam menjaga sektor riil ialah restrukturisasi kredit. Kebijakan ini memungkinkan debitur perbankan dapat mencicil kredit dan bunganya dalam jangka waktu yang lebih lama, alias direlaksasi.

"Manfaatnya bisa meningkatkan daya tahan dunia usaha dan sektor keuangan serta mengurangi kesulitan likuiditas dan dapat berfungsi sebagai jaring pengaman sosial," katanya.

Baca Selanjutnya: Indonesia Tumbuh Minus di Kuartal...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami