Pemerintah Diminta Tetap Waspada Meski Ekonomi Kuartal II Tumbuh Positif

Pemerintah Diminta Tetap Waspada Meski Ekonomi Kuartal II Tumbuh Positif
pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori
EKONOMI | 5 Agustus 2021 16:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kumulatif pada kuartal II 2021 tumbuh positif sebesar 7,07 persen secara tahunan atau year on year (YoY) dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Anis Byarwati mengapresiasi pertumbuhan positif tersebut. Namun dibalik itu peningkatan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 bukan sesuatu yang luar biasa.

"Saya memberikan apresiasi atas upaya pemulihan ekonomi yang terus dilakukan Pemerintah menunjukkan perbaikan, laporan BPS menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan II APBN 2021 tahunan mencapai 7,07 persen (yoy). Secara quarter to quarter (q-to-q) tumbuhnya 3,31 persen," kata Anis kepada Liputan6.com, Kamis (5/8).

Menurutnya, pencapaian ini menempatkan Indonesia keluar dari fase resesi ekonomi yang sudah berlangsung selama empat triwulan berturut-turut, dimana perekonomian Indonesia mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif (negative growth) akibat tekanan pandemi Covid-19

Namun dia menegaskan, bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II 2021 juga dipicu oleh faktor baseline yang rendah (low base) atau kontraksi ekonomi yang sangat dalam di triwulan II 2020 sebesar 5,32 persen. "Jadi sebenarnya bukan sesuatu yang luar biasa ya terhadap meningkatnya pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2021," imbuhnya.

Di sisi lain, Pemerintah juga perlu terus waspada mengingat masih tingginya penyebaran Covid 19, serta kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dimulai pada tanggal 5 Juli hingga 9 Agustus 2021, tentu akan memberikan dampak terhadap kinerja perekonomian dan pelaksanaan APBN pada paruh triwulan ke III dan IV tahun 2021.

Anis juga menyoroti terkait program PEN, Pemerintah perlu memperhatikan serapan anggaran perlindungan sosial yang hingga kuartal kedua ini masih belum optimal, bahkan sasarannya pun mungkin masih belum banyak perbaikan dari tahun lalu.

"Pemerintah juga perlu melakukan akselerasi program vaksinasi COVID-19, karena dari yang ditargetkan 180 juta orang, tapi hingga penyuntikan kedua masih mencapai 40 juta dosis," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Dilema Ekonomi Indonesia
Konsumsi Rumah Tangga Berperan Penting Bawa Ekonomi Kuartal II Tumbuh 7,07 Persen
Chatib Basri Soal Ekonomi Tumbuh 7,07 Persen: Perbaikan Terjadi Secara Konsisten
Kemenkeu: Pemulihan Ekonomi Telah Terjadi Secara Merata
Data BPS: Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Maluku, Terendah di Bali
Bos BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2021 Tertinggi Sejak 2004

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami