Pemerintah Diminta Turunkan Cukai Rokok Elektrik jadi Setara Rokok Konvensional

UANG | 9 Oktober 2019 20:00 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) , Ariyo Bimmo menyebut bahwa pemerintah perlu memperhatikan perkembangan industri rokok alternatif. Salah satunya dengan memberikan insentif.

Menurut dia, bentuk insentif yang dapat diberikan pemerintah berupa penurunan cukai rokok elektrik. Dia mengusulkan cukai rokok elektrik bisa sama dengan rokok konvensional yakni sebesar 23 persen. Saat ini cukai rokok elektrik diketahui sebesar 57 persen.

"Cukai kalau misalnya diturunkan jadi 23 persen saja kayak rokok biasa. Itu insentif luar biasa," kata dia dalam diskusi di Jakarta, Rabu (9/10).

Menurut dia, kehadiran tembakau alternatif seperti rokok elektrik dapat mengurangi angka perokok. Selain itu, produk tembakau alternatif jauh lebih aman dari rokok konvensional.

"Public Health of England mengeluarkan penelitian tembakau alternatif, yang paling banyak dipakai di Inggris itu Vape, 95 persen lebih rendah risikonya," ujar dia.

Karena itu, kehadiran tembakau alternatif dapat menjadi momentum untuk mendorong perokok konvensional beralih. "120 tahun kita berjuang melawan rokok konvensional, nggak bisa berhasil juga, kesempatannya sekarang, karena ada alternatif," jelas dia.

"Tapi kalau infavor, nggak ada insentif dari pemerintah, cukainya tinggi sekali bagaimana mau pindah. Bagaimanapun juga rokok konvensional lebih murah dari pada alternatif, elektrik. Sekarang 57 persen. Minimal sama," tandasnya.

Baca juga:
Catat! Inilah Tarif-Tarif yang Dinaikkan Pemerintah pada 2020
Cukai Rokok Naik, Buruh Terancam PHK Massal
Rekomendasi Sampoerna untuk Jaga Iklim Tenaga Kerja Saat Cukai Rokok Naik
Sampoerna Bantah Harga Rokok Bakal Dekati Rp50.000 per Bungkus
Djarum Soal Harga Rokok Dekati Rp50.000 di 2020: Hoaks
Asosiasi: 72 Persen dari Hasil Penjualan Satu Bungkus Rokok Disetor ke Negara

(mdk/idr)