Pemerintah Dorong Kerjasama Peningkatan Kualitas SDM Masuk dalam Perjanjian IEU-CEPA

UANG | 20 November 2019 12:20 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Perekonomian, Rizal Affandi Lukman, menyebut bahwa peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu yang akan masuk ke dalam perjanjian antara Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA). Hal ini sejalan dengan upaya Presiden Jokowi untuk menjadi kan SDM Indonesia berdaya saing.

"Iya itu tentu komponen yang sangat penting bagi perundingan Indonesia termasuk juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas (SDM)," ujarnya di Jakarta, Rabu (20/11).

Tak berbeda dengan kemitraan antara Indonesia Australia atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), kerjasama yang dijalin dengan Eropa kali ini juga akan fokus terhadap pelatihan kejuruan. Dia berharap dengan adanya pelatihan, para tenaga kerja atau SDM di Indonesia memiliki kualifikasi dan standar internasional.

"Jadi ini kesempatan yang intinya kemampuan daripada human resource development itu menjadi lebih baik dengan demikian produktivitas meningkat dan income meningkat sehingga ekonomi secara keseluruhan menjadi lebih baik," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Perdagangan Sawit Turut Masuk dalam Perjanjian Dagang

Tak hanya SDM, sebelumnya pemerintah juga terus mendorong agar komoditas sawit dapat masuk ke dalam perjanjian kemitraan antara Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA). Hal ini sejalan dengan misi Presiden Jokowi dalam perlindungan dan pengembangan industri sawit Tanah Air.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi memastikan pihaknya terus melakukan negosiasi perjanjian dagang dengan Eropa, salah satunya masalah sawit. Saat ini, diakuinya memang perjanjian tersebut belum tuntas dan akan diselesaikan dalam waktu dekat.

"Kami hanya memastikan bahwa negosiasi dengan uni eropa sawit akan menjadi salah satu elemen yang dinegosiasikan," katanya dalam acara Rakornas Kadin, di Jakarta.

Menteri Retno menginginkan perjanjian dagang ini bisa menjadi jembatan bagi hubungan kerjasama yang lebih baik antar kedua pihak, khususnya di sektor industri sawit.

(mdk/bim)

Baca juga:
Pengusaha Akui Tak Paham Pokok-pokok Perjanjian Perdagangan Bebas
Tingkatkan Ekspor, Mendag Agus akan Selesaikan Perjanjian Perdagangan
Menko Airlangga: Resesi Hong Kong dan Singapura Tak Pengaruhi Ekonomi Indonesia
Pemerintah Akui Masih Ada Isu Critical di Tengah Perjanjian RCEP
Hadapi Ketidakpastian Global, Jokowi Ingatkan Pentingnya Perkuat Kerjasama
Pemerintah Target Selesaikan 11 Perjanjian Perdagangan Hingga 2020
Antisipasi Resesi, Jokowi Ingin Perjanjian Perdagangan Ditingkatkan