Pemerintah Dorong Sebaran Pelaku Ekonomi Kreatif Indonesia Merata

Pemerintah Dorong Sebaran Pelaku Ekonomi Kreatif Indonesia Merata
Pengrajin batik lukis ketel Nova Muhidir. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko
UANG | 5 Desember 2020 16:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah mencatat pelaku usaha ekonomi kreatif di Indonesia saat ini masih terpusat di Pulau Jawa. Menurut hasil pemetaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), dari 8,2 juta pengusaha ekonomi kreatif, sebagian besar masih bercokol di Jawa.

Merujuk pada data tersebut, Direktur Industri, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian PPN/Bappenas Teguh Sambodo mengatakan, pemerintah ingin mengajak pelaku ekonomi kreatif (ekraf) untuk bisa semakin berkembang di luar Jawa.

"Jadi tantangan selanjutnya adalah kami sebenarnya menunggu lebih banyak pelaku-pelaku ekraf ini yang ada dari luar Jawa. Yang kemudian bisa mendukung, bisa melengkapi berbagai macam pusat-pusat pertumbuhan baru di luar Jawa, khususnya yang kaitannya dengan pariwisata," tuturnya dalam rangkaian acara Creative Festival 2020 yang disiarkan di Vidio.com, Sabtu (5/12).

"Dan ini akan saling melengkapi dalam satu kesatuan yang sangat baik," tegas Teguh.

Sayangnya, pandemi Covid-19 jadi disruption bagi berbagai pelaku usaha saat ini. Namun, Teguh memandang kehadiran wabah virus corona ini justru membuat rekan-rekan di bidang ekonomi kreatif bisa memperkuat diri di sektor internalnya.

"Tapi dari Covid-19 ini ada pembelajaran yang kami peroleh, bahwa sebagian besar dari teman-teman di ekonomi kreatif itu kemudian reflek ke dalem. Mulai memperbaiki manajemen internalnya, dan mulai melihat peluang ke depan sebenarnya bagaimana merespon pasar yang sekarang sedang males untuk belanja," ungkapnya.

"Jadi ada yang melakukan transformasi ke arah digital, kemudian melakukan B2B(business to business), tidak hanya B2C (business to costumer). Ini adalah merupakan salah satu langkah yang sangat baik," dia menambahkan.

Baca Selanjutnya: Pelaku Kreatif Diminta Tingkatkan Kesadaran...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami