Pemerintah Gandeng Inggris Kembangkan Pembangunan Rendah Karbon

UANG | 18 Juni 2019 13:51 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Indonesia melakukan penandatangan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) atas kerjasama dengan Inggris terkait kajian pembangunan rendah karbon (Low Carbon Development Initiatives/LCID). Kerja sama ini dinilai akan meningkatkan pertumbuhan ekonomis Indonesia.

"Dengan pembangunan rendah karbon (PRK) simulasi kami menunjukkan pertumbuhan ekonomi malah akan lebih baik ketimbang kita tidak menjalani pembangunan rendah karbon," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro, di Jakarta, Selasa (18/6).

Bambang mengatakan, meskipun dengan PRK ini ada upaya untuk menjaga lingkungan, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia malah akan semakin tinggi dalam jangka waktu menengah panjang.

Untuk itu, saat ini Bappenas sedang berusaha mensosialisasikan program ini ke berbagai pihak. Dengan harapan, nantinya tidak akan ada pihak yang mengkontroversi masalah pertumbuhan ekonomi dengan konservasi lingkungan.

"Karena sebenarnya kedua hal ini bisa berjalan beriringan dengan melalui Low Carbon Development Initiative ini," tandasnya.

Reporter: Ayu Lestari

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Bos Bappenas: Biaya Pemindahan Ibu Kota Masuk Anggaran Tahun 2021
Bappenas Sebut 2020 RI jadi Negara Berpendapatan Menengah ke Atas
Pemindahan Ibu Kota Telan Anggaran Rp 466 Triliun, Berikut Rinciannya
Bos Bappenas Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-II 2019 Lebih Tinggi
Bos Bappenas Tegaskan Penentuan Lokasi Ibu Kota Baru Dilakukan Tahun Ini
Bertemu Luhut, Bank Dunia Bahas Program Madrasah Rp4 Triliun Kemenag

(mdk/azz)