Pemerintah Genjot Pengembangan Tanaman Pisang Cavendish Berorientasi Ekspor

Pemerintah Genjot Pengembangan Tanaman Pisang Cavendish Berorientasi Ekspor
UANG | 30 Oktober 2020 18:13 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong pelaksanaan Program Pengembangan Hortikultura Berorientasi Ekspor untuk mensubstitusi impor produk hortikultura dan meningkatkan pemerataan ekonomi di daerah. Khususnya komoditas pisang menjadi peluang bagi Indonesia untuk terus meningkatkan produksi baik dari segi kuantitas, kontinuitas, maupun kualitas.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, pelaksanaan program ini juga telah sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mendorong petani dan nelayan agar membangun model bisnis korporasi dengan skala ekonomi yang efisien. Sehingga dapat mempermudah petani dan nelayan dalam mengakses pembiayaan, teknologi, dan memperkuat pemasaran produk.

"Kerja sama kemitraan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan swasta, dan petani adalah solusi yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kontinuitas produk pisang cavendish sehingga dapat memenuhi kebutuhan baik bagi pasar lokal maupun pasar global serta sebagai upaya Pemerintah dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional," ujar Susiwijono saat memberikan sambutan dalam kegiatan Panen Perdana Tanaman Pisang Cavendish Pengembangan Hortikultura Berorientasi Ekspor pada Jumat (30/10), di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.

Dia mencatat, kontribusi ekspor khususnya buah-buahan Indonesia pada tahun 2019 mencapai USD 95,98 juta dengan total volume 110 ribu ton. Dari total ekspor tersebut, ekspor produk pisang memberikan kontribusi sebesar 11,62 persen terhadap ekspor buah-buahan nasional dengan nilai 11,15 juta USD dengan volume 22 ribu ton.

Adapun 5 negara tujuan utama ekspor utama produk buah-buahan Indonesia, yaitu China, Hongkong, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Pakistan. Sementara itu, selama masa pandemi Covid-19 Januari sampai Agustus 2020, realisasi ekspor buah-buahan mengalami peningkatan senilai USD 102,93 juta atau meningkat 21,84 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2019.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa produk buah-buahan Indonesia diminati oleh pasar global, sehingga perlu dikembangkan untuk meningkatkan daya saing produk serta meningkatkan kontribusi ekspor buah-buahan terhadap devisa negara," imbuh dia.

PT Nusantara Segar Abadi sebagai anak perusahaan PT Great Giant Pineapple merupakan salah satu eksportir pisang cavendish terbesar di Indonesia telah melakukan kerja sama kemitraan dengan petani dan Pemerintah Daerah Provinsi Bali. Fase pertama dalam program ini yaitu fase demplot di atas lahan seluas 2 hektare yang telah di launching pada tanggal 28 Desember 2019.

Baca Selanjutnya: 2 Lokasi Lainnya...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami