Pemerintah Habiskan Rp800 Miliar Bangun Bendungan di Ibu Kota Baru

Pemerintah Habiskan Rp800 Miliar Bangun Bendungan di Ibu Kota Baru
UANG | 20 Januari 2020 17:22 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Proyek pembangunan bendungan di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur diperkirakan akan menelan dana Rp800 miliar. Bendungan ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih sebagai persiapan pemindahan ibu kota negara.

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara, Nicko Herlambang mengatakan, anggaran pembangunan bendungan di wilayah Kecamatan Sepaku bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Anggaran pembangunan Bendungan Sepaku untuk memenuhi kebutuhan air bersih di ibu kota negara baru itu dari APBN mencapai kurang lebih Rp800 miliar," ungkapnya dikutip dari Antara.

Anggaran itu terbagi untuk pembebasan lahan sekitar Rp200 miliar dan sekitar Rp600 miliar untuk konstruksi tubuh bendungan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) rencananya akan melakukan pembebasan lahan lokasi pembangunan bendungan di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut dalam tiga tahun.

"Pembebasan lahan untuk tubuh Bendungan Sepaku mulai dilaksanakan Februari 2020, kemudian pembebasan lahan areal genangan dilakukan bertahap selama tiga tahun," jelas Nicko Herlambang.

1 dari 1 halaman

Lokasi Pembangunan Sudah Disahkan

sudah disahkan rev1

Luasan lokasi pembangunan bendungan di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut mencapai sekitar 378 hektare, terdiri dari 36 hektare untuk tubuh bendungan dan luas genangan sekitar 342 hektare.

Surat penetapan lokasi pembangunan bendungan di wilayah Kecamatan Sepaku telah ditandatangani Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor pada 20 Desember 2019.

Sedikitnya sejumlah wilayah di Kecamatan Sepaku yakni, Desa Sukomulyo, Argomulyo dan Desa Tengin Baru masuk dalam proyek pembangunan bendungan untuk penyediaan air bersih yang memiliki daya tampung 11,6 juta meter kubik dengan debit 2,4 meter kubik per detik tersebut. (mdk/idr)

Baca juga:
Angkat Kesejahteraan Petani, Aspal Ibu Kota Baru Diminta Pakai Karet RI
Presiden Jokowi Beberkan Syarat jadi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru
Pimpinan DPR Dukung Pemerintah Berantas Tambang Ilegal di Dekat Ibu Kota Baru
Kantor Pemerintahan di Ibu Kota Baru Bebas dari Utang Asing
Jokowi Tekankan Pembangunan Ibu Kota Baru Tidak Ada Skema Pinjaman
Presiden Jokowi: PNS di Jakarta Pindah ke Ibu Kota Baru Pada 2024

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami