Pemerintah Incar Ekspor Mobil Indonesia Tuju 20 Negara di 2020

UANG | 12 Desember 2019 20:08 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, menargetkan Indonesia mampu mengekspor mobil ke 20 negara di 2020. Tahun ini, Indonesia sudah mampu mengekspor mobil ke Filipina yang dilakukan oleh Isuzu.

"Kita harus optimistis. Peningkatan ekspor ini, seperti hari ini ada ekspor perdana mobil isuzu hari ini ekspor perdana ke Filipina, ini baru satu negara. Jadi rencananya tahun depan 20 negara," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (12/12).

Menteri Agus mengatakan, ekspor mobil tersebut menandakan otomotif Indonesia mulai menunjukkan kinerja positif. "Ini menunjukkan tren yang positif. Artinya ekspor kita minimal dari sektor mobil sudah meningkat," jelasnya.

Perundingan Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang terus dimatangkan dalam beberapa bulan terakhir diharapkan sudah memberi dampak terhadap pasar ekspor Indonesia. Hasil perundingan tersebut ditargetkan rampung akhir tahun ini.

"IEU-CEPA ini kita konsultasi minggu depan. Rencananya minggu depan. Makanya besok saya cek lagi, kadang berubah-ubah tapi besok finalnya kita kasih. Mudah-mudahan sih lancar. Desember mudah-mudahan," jelas Menteri Agus.

1 dari 1 halaman

4 Tahun, Presiden Jokowi Target Ekspor Industri Otomotif Capai Rp336 T

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar industri otomotif di Tanah Air dapat memacu nilai ekspornya menjadi lebih besar. Paling tidak, selama empat tahun mendatang nilai ekspor industri otomotif bisa tumbuh menjadi USD 24 miliar atau setara Rp336 triliun (asumsi Rp14.022 per USD).

"Kita harapkan nilai ekspornya dari USD 8 miliar meloncat USD 24 miliar," kata Presiden Jokowi di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (12/12).

Presiden Jokowi mengatakan untuk mendukung capaian nilai ekspor tersebut maka kapasitas produksi industri ini juga perlu ditingkatkan. Dari yang sebelumnya hanya mencapai 300.000 unit mencapai 1 juta unit di tahun mendatang.

"Saya meminta kepada industri otomotif target sekarang ini 300.000. Dalam empat tahun, tiga sampai empat tahun mendatang harus bisa meloncat menjadi 1 juta ekspornya," katanya.

Dengan kapasitas produksi sebanyak 1 juta, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menginginkan agar industri otomotif berkonsentrasi pada ekspor. Sehingga ke depan Indonesia ini menjadi hub terbesar. "Artinya kita akan menjadikan Indonesia sebagai produksi hub bagi industri otomotif," imbuh dia.

Di samping itu, dia juga meminta agar ke depan industri otomotif Tanah Air dapat menyasar pasar-pasar baru seperti Asia Timur, Afrika, dan Timur Tengah. Sebab, selama ini, Indonesia hanya fokus menggarap pasar-pasar tradisional atau pasar-pasar yang sudah lama.

"Saya kira kita punya peluang besar masuk ke pasar yang kita sebutkan tadi bukan pasar tradisional yang itu-itu saja," kata Presiden Jokowi.

(mdk/bim)

Baca juga:
4 Tahun, Presiden Jokowi Target Ekspor Industri Otomotif Capai Rp336 T
Jokowi Targetkan Ekspor Produk Otomotif RI Capai 1 Juta Unit di 2024
V-Kool VK30: Kaca Depan Terbaik Bikin Kabin Lebih Adem dan Nyaman
V-Kool Rilis Kaca Film Limited Edition, Hanya Dijual 880 Paket di Indonesia
iCar Asia Raih Break Even Lebih Cepat dari Target
BRI Beri Kredit Skema Khusus Pembiayaan Motor Listrik untuk Pegawai PLN
Sistem Upah Buruh Tak Jelas, Industri Otomotif Indonesia Kalah Dibanding Thailand

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.